[ONESHOT] Forget Me Now

image

Cho Kyuhyun – Ahn Aeyeon FanFiction Story

Oneshoot

3.453 Words

Author Farvidkar

 

Bumi berevolusi mengelilingi matahari, bulan berotasi mengelilingi bumi, waktu berputar untuk semua mahkluk hidup, kecuali diriku. Terus hidup, melihat semua keindahan dunia, merasakan kehangatan matahari, tetapi tidak merasakan kehadiran oksigen. Berada di ambang kematian, menanti seseorang menjemputku untuk berada di atas sana. Tetapi disisi lain, beban dihati tidak memberiku izin untuk meninggalkan bumi ini. Janjiku pada seseorang yang berharga melebihi blue crystal, permata terlangka di dunia dengan harga ratusan juta ribu dollar euro. Cho Kyuhyun, seseorang yang membuatku bertahan di antara dua dunia. Alasan yang cukup adil untuk kuberitahukan kepada malaikat. Aku hanya perlu sedikit waktu untuk memenuhi janjiku. Berada disisimu, menemanimu dalam suka duka sampai akhir hayat memisahkan kita, itu saja yang bisa kulakukan. Walaupun sudah terlambat.

Ku langkahkan kakiku di atas tanah yang basah. Hujan sudah reda, meninggalkan bau khasnya. Burung-burung mulai melanjutkan aktivitasnya. Disinilah aku, seorang gadis yang sudah meninggalkan sedang menjalankan tugas terakhirnya sebelum benar-benar pergi. Aku Ahn Ae Yeon gadis berumur 19 tahun yang telah meninggalkan karena leukimia. Apa kalian mengira aku sekarang berwujud roh gentayangan? Itu sebuah kesalahan besar kalau kalian mempercayai hal itu. Aku masih berwujud manusia, aku masih memerlukan makanan layaknya manusia biasa, merasakan panasnya matahari, merasakan dinginnya air, tetapi aku tidak memerlukan oksigen. Aku bersyukur bisa diberi kesempatan untuk menuntaskan janjiku yang terikat. Kini aku berada di Seoul, kota kelahiranku. Semenjak aku menginjak bangku kelas 2 sekolah menengah atas, aku pindah ke Manhattan. Meninggalkan Cho Kyuhyun yang menyandang status sebagai kekasihku (sejak tahun 2009), saat kami sedang bertengkar. Semenjak itu kami lost contact. Aku yang sengaja menghilangkan komunikasi dengannya. Aku tak mau dia khawatir padaku. Walaupun disisi lain aku sadar bahwa aku mengambil tindakan yang salah, aku egois padanya. Salahku padanya membuat arwah-ku merasa tak tenang dengan beban ini ditambah janji yang ku buat.

Flashback

“Hyun-ppa! Aku merasa sedih atas kematian Jaemun haraboji. Dia adalah pria yang baik. Lihat saja, Jaekyung halmoni sampai menangis seperti itu karena ditinggal suaminya. Mereka berdua itu seperti sudah terikat satu sama lain.” Bisik Aeyeon disela-sela pemakaman Jaemun haraboji, tetangga keluarga Ahn yang merupakan salah satu CEO dari perusahaan investor dana di perusahaan Ahn. CEO handal yang bijaksana, Jaemun sudah seperti kakek angkat dari Aeyeon dan Kyuhyun.

“Ya, dia pria yang sangat mencintai halmoni. Dia selalu melindungi halmoni, menjadi perisai dikala keluarga mereka terancam. Aku ingin seperti mereka, pasangan yang ku kagumi.” Gumam Kyuhyun sambil menerawang ke arah gundukan pasir yang baru saja ditimbun.

“Siapa yang akan menjadi pasanganmu?” goda Aeyeon dengan mata menyipit.

“Seorang gadis yang bodoh dan selalu ingin menang sendiri. Dia egois, selalu mengambil tindakan dari satu sisi. Tetapi dia gadis yang selalu memenuhi janjinya untuk mengembalikan kaset game-ku tepat waktu. Gadis yang ku cintai.” Jawab Kyuhyun dengan percaya diri, menahan senyum saat menatap mata Aeyeon saat mengakhiri kalimatnya.

“Dan gadis itu pasti akan menemanimu dalam suka duka, sampai akhir hayat. Aku berjanji.” Gumam Aeyeon sambil memamerkan senyum yang mengembang.

“Percaya diri sekali kau.” Goda Kyuhyun.

“Ya!!”

End flashback

Teriakan para remaja wanita menulikan pendengaran Aeyeon, walaupun dia tidak seutuhnya menjadi seorang manusia. Berdesak-desakan, berebut tempat, memegang lightstick, itulah yang Aeyeon lakukan. Layaknya seorang fan yang sedang menonton konser, tetapi lebih pantas disebut arwah yang sedang menonton konser. Aeyeon mengenakan dress panjang seperempat dibawah lutut dengan motiv polos berwarna putih. Wajah yang menawan walaupun pucat pasi. Aeyeon kini duduk di kursi VIP berbaur dengan yang lain. Jangan tanya dari mana dia bisa berada disini? Bagaimana caranya mendapatkan uang?, seorang arwah yang menjalankan tugasnya dapat dengan mudah mendapatkan apapun yang diperlukannya hanya dengan memikirkannya saja.

Lampu padam, sorakan para ELF (EverLastingFriends, julukan untuk fans Super Junior) menggetarkan seisi gedung. Lampu sorot mengarah pada satu arah di atas podium. Intro musik opening terdengar diiringi dengan tirai yang terangkat menandakan para super hero akan keluar. Aeyeon memegang dadanya, merasakan detakan jantungnya yang tidak bekerja. Itu kenyataan karena dia hanyalah arwah. Tetapi hatinya masih bekerja. Kerja otaknya lumpuh setelah melihat satu objek yang menjadi tujuan akhir perjalanan hidupnya. Pria yang mengenakan kostum hitam, dengan rambut berantakan berwarna coklat, mata tajam yang selalu diperlihatkannya. Aeyeon merindukan mata itu. Aeyeon menatap intens Kyuhyun yang berada diatas stage. Hanya menatapnya saja. Lagu demi lagu yang terlewati dihabiskannya waktu hanya untuk menatap wajah Kyuhyun. Tempat yang strategis, kini Kyuhyun berjalan ke aras kursi VIP sambil menyanyikan lagu marry you. Kyuhyun berdiri tak jauh dari bangku yang ditempati Aeyeon. Mata Kyuhyun menjamah penonton satu persatu, mencoba meresapi rasa yang ada di hatinya, sampai pada akhirnya pandangan mata mereka bertemu. Kyuhyun menghafal wajah itu. Wajah seorang gadis yang menghilang dari jarak pandangnya. Wajah yang masih terekam di otaknya. Aeyeon, gadis yang selama ini ditunggu olehnya. Berharap gadis itu akan kembali dengan sendirinya. Dan akhirnya hari itu telah tiba. Gadis itu kembali pada jarak pandangnya. Tetapi sesuatu yang mengganjal isi hatinya, entah apa itu. Membuat Kyuhyun merasa akan benar-benar kehilangan gadis itu dalam jangka waktu yang sangat lama. Mungkin untuk selamanya.

Aeyeon Pov

Menatap mata teduhnya, seolah menggambarkan kerinduan yang memuncah di mata itu. Walau dari kejauhan, aku tahu bahwa dia hanya menatapku seorang diri. Mata kami bertatapan hingga penghujung lagu ‘marry you’. Seketika para members Super Junior satu persatu meninggalkan panggung menuju backstage, Kyuhyun menatapku sekilas tersenyum dan ikut bersama yang lain menuju backstage. Tampilan VCR di layar raksasa menampilkan cuplikan video-video mereka yang berlaga seperti superhero. Aku tertawa simpul memperhatikan tingkah laku para pria dengan umur berkepala dua bertingkah seperti anak-anak. Tak lama seorang pria berkemeja hitam yang kuyakini adalah seorang staff menghampiriku.

“Apakah anda bernama Ahn Aeyeon?” tanya staff itu berusaha sopan. Dan dari mana dia tahu namaku?.

“Ne, ada apa tuan?” jawabku berusaha tak kaku. Takut kalau dia mempunyai kekuatan untuk membedakan manusia ataupun arwah.

“Ah, silahkan ikut saya, seseorang ingin bertemu anda.” Jelas pria berkaca mata itu. Pria itu menuntunku menuju suatu ruangan yang bertuliskan “privacy”. Siapa yang ingin bertemu denganku? Tentu hanya satu orang yang terpikirkan olehku sekarang. Tentu saja pasti Kyuhyun. Sesampai di depan pintu, pria itu membukakan pintu dan mempersilahkanku masuk, aku menurut saja. Ruangan kosong yang tak berpenghuni yang hanya berisikan satu set sofa beserta meja. Kududuki sofa empuk itu. Menunggu seseorang yang akan menemuiku, dan kali ini aku hanya berdoa semoga air mata ini tidak akan menetes, agar aku tidak memperlihatkan sisi lemah ini.

Kyuhyun pov

Derap kakiku bercampur baur dengan derap kaki para staff yang berjalan di koridor. Setelah mendapati laporan dari salah seorang staff yang kumintai tolong telah melakukan tugasnya, kini aku menuju ke sebuah ruangan yang disediakan khusus untuk para keluarga para member. Ke ruangan yang dihuni oleh seorang gadis yang telah lama menghilang dari sisiku. Gadis yang masih bertengger sebagai kekasihku, status yang tak kuubah. Tak selang beberapa menit, aku tiba di depan pintu surga duniaku, mencoba mengumpulkan oksigen sebanyak mungkin agar aku tak habis nafas saat menatap wajah pucat gadis itu. Perlahan kubuka pintu bercat putih itu, mataku menjelajah seisi ruangan mencari satu objek dengan nilai tak terhingga. Tetapi hasilnya nihil, dia tak ada. Apakah staff itu berbohong? Ataukah gadis itu telah pergi?. Kakiku melangkah menuju sofa, kududuki dengan hati mencelos, andai saja dia berada disini, aku ingin memeluknya. Aku ingin menatap wajahnya dari dekat. Kupejamkan mataku frustasi.

Aeyeon pov

Tanganku dingin, wajahku pucat, bahkan sangat pucat. Aku menatap wajah di cermin yang tertempel di dinding kamar mandi yang berada di ruangan ini. Apakah dampak untuk bertemu dengan pria itu sangat besar. Menyebabkan diriku menjadi seperti ini. Setelah mencuci muka, aku keluar dan menemukan oksigenku kembali, walaupun aku hanya bisa melihatnya bukan merasakannya. Pria itu, oksigenku. Menundukan kepalanya frustasi, apa dia mengira aku benar-benar meninggalkannya? Dasar bodoh. Untuk apa aku menunda kepergianku? Kalau toh janji hidupku adalah pria bernama Cho Kyuhyun.

“Hyun..” panggilku seolah seperti bergumam, dan ku yakin dia pasti mendengar suaraku. Ya betul saja, dia mendongakkan kepalanya dan menatapku. Mata letihnya berbinar seketika. Dia tidak berucap kata sedikitpun, hanya menatapku mengumpulkan nyawanya.

“Hyun-ppa, maafkan aku karena telah pergi tanpa memberi kabar padamu.

“Gwenchana, yang penting kau telah kembali ke sisiku untuk selamanya” ucap Kyuhyun lirih. Kalimat itu sungguh menusuk batinku, aku tak akan kembali kepadanya untuk selamanya.

“Bagaimana jika aku lari dari sisimu karena takdir?” tanyaku dengan mata intens menatap mata tajam milik pria yang kucintai.

“Kau tak akan bisa lari, karena aku akan mengikatmu” ucapnya sambil tersenyum tulus. Dia merangkulku kedalam pelukannya. Hangat, aku menyukai caranya memelukku. Seolah dia melindungiku, menjaga miliknya.

2 Days later – At Han River

Udara yang dingin tak terasa di tubuhku. Meminum segelas teh yang cukup menyegarkan tenggorokanku yang kaku ini. Kini aku dan Kyuhyun berada di sungai han yang menjadi objek yang tepat untuk para muda mudi. Kami berdua tenggelam dalam pikiran masing-masing.

“Jadi, apa ajjumma baik-baik saja di Manhattan?” Kyuhyun membuka percakapan, seolah berbasa-basi.

“Ya, dia sibuk dengan butiknya” jawabku masih dengan mata menyapu pemandangan di sore hari.

“Baguslah, aku harap kau tidak akan kembali ke Manhattan” gumam Kyuhyun penuh harap. Ya tentu saja aku tidak akan kembali ke Manhattan, bahkan tidak akan kembali ke Seoul.

“Ya, tentu saja” jawabku tertunduk. Aku tak berani menatap wajahnya.

“Jadi, kau akan menetap disini bersamaku?” tanya Kyuhyun hati-hati. Aku tak yakin akan menjawab pertanyaannya.

“Untuk beberapa hari kedepan, aku akan memenuhi janjiku. Untuk selalu bersamamu dalam suka dan duka sampai maut memisahkan kita” ucapku tersenyum menahan air mata. Tetapi gagal karena air mata sialan ini sudah terlanjur terjun dari tempatnya.

“Ya! Jangan menangis. Kau terlihat aneh saat menangis! Apalagi dengan wajah pucat seperti ini, terlihat seperti roh hahaha” ungkap Kyuhyun diakhiri tawa yang pecah.

At Dorm Super Junior’s

Kyuhyun Pov

Dorm yang seperti kapal pecah sudah menjadi pemandangan biasa bagiku. Guling yang berada di living room, panci yang berada di rak sepatu, sampai remote tv yang berada di dalam kulkas, sudah sering ditemui jika kalian berkunjung ke dorm Super Junior. Kini aku sedang sibuk membuat lagu, bukan untuk mengikuti jejak Donghae hyung, tetapi lagu ini akan ku persembahkan untuk seseorang yang sudah bertengger di hatiku sejak 4 tahun yang lalu. Lagu untuk merayakan cinta kita suatu saat nanti. Tiba-tiba konsentrasiku buyar saat seseorang membuka kasar pintu kamarku. Siapapun orang yang merecoki kerjaanku, akan ku sumpahi terkena wasir 7 turanan.

“Kyu, kau lihat choco? Tadi saat aku tanya pada Ryeowook dia bilang kau bermain dengan Choco?” suara Eunhyuk hyung membuyarkan umpatanku dalam hati.

“Sudah ku jual” ucapku acuh

At Namsan Tower

Aeyeon pov

“Ahhh~ sudah lama aku tidak pergi ke sini. Tower ini begitu mengagumkan.” Ucapku girang. Hari ini Kyuhyun mengajakku ke tempat favourite para turis di Seoul. Dia sengaja meluangkan waktu untuk kencan. Sebenarnya aku yang memaksanya, karena waktuku akan habis. Aku tak akan menyia-nyiakan waktu berharga begitu saja.

“Apa di Manhattan tidak ada tower?” ejek Kyuhyun sambil merapikan masker hitam yang selalu menutupi wajahnya. Sebagai penyamaran saat berpergian.

“Tentu saja ada. Tetapi tower di Seoul memiliki sejarah tentang diriku dan seorang pria yang istimewa” tuturku sambil berjalan mendahului Kyuhyun menuju ribuan gembok yang menarik perhatian.

“Seorang pria? Istimewa?” tanya Kyuhyun sambil mengerutkan alisnya.

“Ya, seorang penyanyi dari boyband ternama yang menculikku saat pelajaran olahraga” gumamku sambil mengingat kembali kejadian itu.

Flashback

Panas dan melelahkan cukup untuk menggambarkan keadaan gadis berusia 15 tahun ini yang sedang memojok dibawah pohon sambil meminum sebotol air mineral.

“Anak-anak saatnya kumpul kembali, saya akan mengambil nilai untuk lari 250 meter” ucap Park seongsangnim yang sedang memegang pluit. Ae-yeon menatap jengkel guru olahraganya itu. Dia memang membenci pelajaran ini dan guru pembimbingpun akan kena imbas kebenciannya. Tetapi saat Aeyeon baru saja akan melangkahkan kakinya untuk berkumpul bersama teman-temannya, tiba-tiba ada sebuah tangan yang menutupi mulutnya dan menyeretnya pergi menuju parkiran. Aeyeon memberontak sekuat tenaga, tetapi hasilnya nihil. Pria jangkung berkemeja biru kotak-kotak dengan dalaman kaos putih dengan V neck jauh lebih kuat dari dirinya. Setelah di dorong dengan paksa masuk ke dalam mobil hitam itu, Aeyeon baru sadar bahwa Kyuhyunlah yang melakukan ini semua. Hanya Kyuhyun yang memiliki tumpukan kaset game trouble point limited edition yang diletakan di atas dashboard mobil.

“hei-hei baru sadar bahwa aku yang menyeretmu ke sini? Lamban sekali kerja otakmu nona Ahn” ejek Kyuhyun sambil melepas kaca mata hitam yang sedari tadi terpasang serasi di hidung mancungnya.

“Ya! Dan kau mengacaukan jadwal sekolahku!” bentakku sebal. Gara-gara dia, aku tidak akan mendapatkan nilai olahraga, walaupun kuyakini aku memang akan selalu mendapat nilai merah, untuk mata pelajaran ini.

At Namsan Tower

“Huaa tumben sepi, apakah para turis sudah bosan mengunjungi tempat ini?” tanyaku asal. Aku benar-benar menyukai situasi ini. Sepi, tidak banyak orang, dan bisa lebih leluasa. Kali ini Kyuhyun hanya memakai topi untuk penyamarannya. Kami sangat jarang untuk berkencan, dia yang sibuk dengan scedule dan aku yang sibuk ikut bimbel ini dan itu, tidak ada waktu luang.

“Terlalu pagi, orang-orang lebih suka datang pada malam hari.” Jawab Kyuhyun sambil menenteng sesuatu di dalam plastik.

“Apa yang kau bawa? Ice cream?” tanyaku to the point. Aku sedang kelaparan. Memerlukan sesuatu untuk mengisi isi perut karet ini.

“Gembok untuk mengikatmu” jawab Kyuhyun cuek, dia berjalan meninggalkanku yang sedang berpikir keras.

“Kalau mengikatku harus menggunakan tali bukan gembok”

“Tetapi caraku adalah mengikatmu dengan cinta kemudian diperkuat dengan gembok, agar kau tak bisa lari.”

Flashback end

“Hahaha!! Kau masih mengingat kejadian itu? Pasti kejadian itu sangat berkesan bagimu” goda Kyuhyun sambil menoyor kepalaku.

“Sakit pabo!”

At Super Junior Practice room’s

Author Pov

“Kyuhyun mana member yang lain?” tanya Aeyeon sambil menghabisi potato chipsnya.

“Sedang mencari makan” ucap kyuhyun masih dengan mata mengadah ke laptop, terlihat sibuk dan tak ingin diganggu.

“oh, apa yang kau lakukan?” tanya Aeyeon lagi, seolah takkan kehabisan topik untuk dibicarakan. Aeyeon berusaha mengintip dari balik bahu bidang milik Kyuhyun.

“Tak ada apa-apa. Jangan dilihat!” kata Kyuhyun sambil menjauhkan laptopnya dari jangkauan Aeyeon.

“Eii~ apa ada foto gadis simpananmu? Hah?” goda Aeyeon berusaha mengintimidasi Kyuhyun.

“Jangan berpikiran begitu. Ini proyek rahasiaku, dan akan kuberitahu padamu 3 tahun dari sekarang.” Jelas Kyuhyun yang dijawab dengan wajah sedih Aeyeon.

“Aku tak yakin akan hal itu.. semoga aku bisa mengetahuinya lebih cepat” ujar Aeyeon lemah.

“Hei jangan sedih! Lebih baik sekarang kita mencoba camera baru yang kubeli kemarin. Kau akan jadi objek jepretan perdana!.” Bujuk Kyuhyun sambil mencoba camera barunya. Hanya 1 objek gambar yang dipotretnya, hanya gadis itu. Puluhan hasil capture Aeyeon dengan berbagai pose membuat senyum Kyuhyun mengembang. Gambar yang membuatnya puas.

“Gantian, kita harus membuat selca bersama” ucap Aeyeon mengambil alih camera. Mereka membuat selca dengan pose yang unik. Dan membuat seisi ruang bergema dengan tawa.

On the road

Aeyeon pov

Jalanan Seoul renggang untuk hari ini, rintik-rintik air turun menandakan hujan akan datang. Aku tidak begitu suka dengan gerimis maupun hujan. Taxi mengarah ke arah myeongdong, daerah rumah keluargaku. Aku merindukan tempatku dibesarkan. Tak sampai 30 menit, Taxi kuning sudah tida di pelataran rumahku yang kosong, tak seorangpun penghuni di rumah yang luas ini. Walaupun 3 tahun ditinggal penghuni, tetap saja pekarangan masih terawat. Aku melangkahkan kaki, memasukkan password pada sudut kanan intercom. Untung saja passwordnya tidak diganti oleh mama dan papa. Isi rumah masih sama seperti dulu, tak ada yang berubah. Ku langkahkan kaki-ku ke lantai 2, tempat kamarku berada. Membuka kenop pintu dengan perlahan, dan menjelajahi seisi kamar dengan pandangan berbinar, fotoku bersama Kyuhyun masih terpajang dengan bingkai silver yang elegan. Tumpukan komik ‘hai miiko’ karya Ono Eriko lengkap dengan tanda tangan sang penulis masih terpajang lengkap di rak buku. Boneka panda pemberian Kyuhyun di hari kenaikan kelasku masih berada di atas kasur putih gading. Aku merindukan kamar ini, rumah ini. Aku merindukan ayahku yang berada di Hong Kong yang sibuk bekerja. Terakhir kali aku melihatnya, saat aku terbaring kaku di atas kasur rumah sakit, 2 jam sebelum kematianku. Aku ingin mengungkapkan bahwa aku sangat berterima kasih karena mereka telah merawatku hingga akhir hayat hidupku, dan aku ingin meminta maaf karena tidak bisa merawat mereka, tidak dapat membalas budi. Air mataku menetes, aku tak dapat berkata apa-apa saat ini. Tenggelam pada pemikiran sendiri.

3 jam aku tertidur di kamarku sendiri. Terbangun karena kicauan burung yang entah datang dari mana. Tersadar dari mimpi yang memberatkan isi otakku, dengan sigap aku berdiri dan mulai membersihkan seisi rumah, mendekor ulang isi rumah, membuat sebuah cake yang cantik dan entah apa rasanya. Berkutat dengan peralatan rumah tangga untuk yang pertama kalinya. Hanya untuk memberikan hadiah ulang tahun pernikahan appa dan amma.

At Manhattan – Ahn Home’s

Author pov

Sunyi, tidak ada tanda-tanda kehidupan. Rumah yang biasanya dihuni oleh 3 orang kini bagaikan tak seorangpun yang berada di dalamnya. Nyonya Ahn sibuk menatap album foto tua yang berisikan foto-foto sang anak sematawayang. Anak satu-satunya yang telah pergi meninggalkannya sendiri. Tiba-tiba bell telefon berbunyi. Dengan ragu nyonya Ahn mengangkat telefon itu.

“Dengan keluarga Ahn disini.” Ucap sang nyonya.

“Jam 12 malam datanglah ke rumah kita, di Seoul. Hanya itu yang dapat kuberikan pada kalian. Aku menyayangimu, ibu.” Setelah mengakhiri kalimat tersebut, sambungan telefon terputus. Nyonya Ahn meneteskan air matanya, ia mengenal suara itu. Suara anaknya.

At Hong Kong – Ahn Corporation’s

Sang CEO dari perusahaan terbesar nomor 2 di dunia sedang sibuk menandatangani file-file tentang penyerahan hak tanah untuk membangun anak cabang perusahaan yang baru. Ahn Junsu, adalah pria pekerja keras. Dia selalu ingin membanggakan keluarganya dengan membangun perusahaan untuk keturunannya, tetapi bagaimana jika anak tunggalnya meninggal?. Seketika ponsel pribadi sang CEO bergetar, menandakan ada telefon masuk. Di I-phone limited edition-nya, hanya ada 2 orang yang mengetahui nomornya, hanya istrinya dan anaknya. Dia mengangkat telefon tersebut.

“Yeobseyo” ucapnya tenang.

“Dari suaramu, aku mengetahui bahwa kau kelelahan. Beristirahatlah appa. Sampai sekarang aku selalu bangga dengan hasil kerja kerasmu. Datanglah ke rumah kita di Seoul bersama amma. Aku menyayangimu selamanya.” Sambungan dari seberang terputus. Suara itu, suara yang menelfonnya, adalah suara anaknya.

At Ahn Home’s Seoul – 23.47

Aeyeon pov

Aku berdiri di sudut taman dekat gerbang rumahku. Menunggu kedatangan kedua orang tuaku. Sebelum aku benar-benar pergi, aku ingin melihat mereka untuk terakhir kalinya. Tak lama jaguar hitam datang, ya akhirnya mereka datang. Aku melihat appa berusaha menenangkan amma yang menangis tersedu-sedu. Apakah aku menyakiti hatinya? kurasa tidak. Diam-diam aku mengikuti mereka dari belakang, takut terlihat oleh mereka. Saat mereka menyalakan lampu, kuyakini mereka berdua terkejut bukan main melihat hadiah yang kuberikan. Isi rumah berubah drastis dengan interior dan rancangan yang pernah kutunjukka kepada mereka berdua sebelum aku meninggal. Dan tak lupa, aku meletakkan cake buatanku diatas meja makan agar gampang terlihat. “terima kasih anakku, kami sangat menyayangimu..” terdengar samar-samar suara orangtua-ku. Kini kuputuskan untuk pergi meninggalkan mereka. Asalkan mereka senang dan hati mereka sudah bisa melepaskanku, maka dengan senang hati aku bisa meninggalkan mereka tanpa rasa khawatir.

At Han River’s – 23.55

Aeyeon pov

Tengah malam hampir menunjukkan pergantian hari. Aku duduk di bangku panjang menunggu Kyuhyun yang tak kunjung datang. Kekawatiran-ku memuncah saat waktuku sisa 5 menit lagi. Tak lama dewi fortuna sedang berbaikhati padaku, dia datang.

“Yak! Kau tidak kedinginan memakai baju panjang berkain tipis itu? Mana tidak berlengan lagi. Kau akan sakit, pabo-ae” komentar Kyuhyun saat baru datang tergesa-gesa.

“Aku tidak akan sakit hyun..” ucapku tenang, berusaha untuk tidak terlihat bodoh disaat-saat terakhir.

“Jadi apa yang akan kau katakan padaku?” tanya Kyuhyun sambil menyampirkan jaketnya di tubuhku. Sementara dia begitu terlihat dengan jelas di mataku, bahwa dia sendang berusaha melawan dinginnya suhu di malam ini.

“Inilah akhir hidupku. Aku sudah berusaha menepati janjiku untuk berada disisimu sampai maut memisahkan kita. Waktuku telah habis.” Ujarku berusaha menahan air mata yang mungkin sebentar lagi akan terjun dengan indah.

“Apa maksudmu ae-ya?” tanya Kyuhyun hati-hati seolah takut pendengarannya salah.

“Aku hanya berharap kau mau mencoba untuk membuka lembaran baru, terus memandang kedepan, meneruskan hidupmu. Lupakanlah aku Hyun-ppa. Aku akan sangat berterima kasih jika kau bisa hidup dengan baik di dunia ini.” Ucapku bergetar sehingga airmataku mengalir.

“Maafkan aku, aku tidak bisa melupakanmu” jawab Kyuhyun sambil menggenggam tangan Aeyeon.

“Kau harus mencoba, karena kau memiliki takdir yang berbeda denganku. Maafkan aku sekali lagi. Aku mencintaimu, dan lupakan aku sekarang Cho Kyuhyun.”setelah mengakhiri kalimat tersebut, genggaman di tanganku melonggar. Samar-samar wajah Kyuhyun terlihat buram hingga sekelilingku terlihat gelap. Duniaku sekarang berubah.

At the same place

Kyuhyun pov

“Kau harus mencoba, karena kau memiliki takdir yang berbeda denganku. Maafkan aku sekali lagi. Aku mencintaimu, dan lupakan aku sekarang Cho Kyuhyun.”setelah Aeyeon mengakhiri kalimat tersebut, genggaman di tanganku melonggar. Samar-samar tubuh Aeyeon menghilang seketika. Jaket yang ku sampirkan di tubuhnya-pun tergeletak di tanah. Dia telah pergi.

“Aku akan berada disisimu dalam suka dan duka hingga maut memisahkan kita, dan sampai kita dipertemukan kembali.” Gumam Kyuhyun berjanji pada dirinya sendiri. Dia tidak akan melupakan gadis itu, Ahn Aeyeon.

-The End-

 

*PS: Hahaha *ketawa setan*ngegantung? Sengaja sih author bikin kayak gitu. Minta skuel? Pasti. Udah ada di otak nih. Aku nulis ff ini Cuma 2 hari. Sengaja ngebut karena besok udah lebaran. Dan aku ngetik sambil makan kue *ketahuan kaga puasa*. Segitu dulu ya!

Twitter: @farvidkar

Facebook: Farah Vida Karina

Advertisements

2 thoughts on “[ONESHOT] Forget Me Now

  1. T.T kok nyesek ya T.T
    Aeyeon yang udah meninggal itu nelpon ayah ibunya, terus menemui Kyuhyun juga T.T
    Dan yang paling nyesek itu pas baca waktu Eunhyuk nyariin Choco T.T karena ini ff ini tahun 2013 dia masih berperan, tapi sayang sekarang dia juga udah pergi T.T /hugchoco/
    Oh ya, salam kenal…
    Izin baca ffmu yang lain ya :*👌✌👏

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s