[CHAPTER] TROUBLE – Part 2: Misconception

trouble

Tittle: TROUBLE [Part 2: Misconception] | Author: farvidkar | Genre: Action, Politic, Romance | Cast: Cho Kyuhyun Ahn Aeyeon (OC) | Other cast: Hong Yoonjae, Shim Chang Min, Choi Minho and etc | Rating: PG | Poster by ImjustAGIRL

 

A/N: Asli buatan sendiri dengan imajinasi yang datang sendirinya. Tidak ada maksud lain dengan karakter yang dibuat. Jika terdapat kesalahan dalam penulisan harap dimaklumi. Sebelumnya aku sudah pernah mempublish ff ini, namun postingan sekarang adalah hasil revisi dari postingan sebelumnya.

 

 

 

At Ahn Home’s, Myeongdong

Aeyeon Pov

Sudah satu jam satu jam Kyuhyun tidak kembali, padahal supermarket yang menjual ramyun hanya sepuluh menit perjalanan mengendarai motor. Apakah terjadi sesuatu pada Kyuhyun, aku sungguh khawatir padanya. Semenjak menginjak bangku sekolah menengah atas, aku sering menemui Kyuhyun yang mendapati luka goresan ataupun sayatan benda tajam. Entah karena berkelahi atau apapun itu, Kyuhyun tidak pernah menceritakannya padaku. Sudah lama aku ingin memberi tahu Kyuhyun kalau dia telah berubah. Bukan seperti Kyuhyun yang ku kenal. Tak lama bunyi mesin sepeda motor milik Kyuhyun terdengar, dia datang sambil membawa sebungkus ramyun dan minuman kaleng.

“Hyun, kenapa lama sekali? apa terjadi sesuatu?” tanyaku saat dia baru saja duduk sambil menyilakan sepasang kakinya yang panjang.

“Aniyo, hanya mampir ke rumah teman sebentar” jawab Kyuhyun sembari meneguk sekaleng coffee.

“Ah.. apa kau merasa ada yang berubah di antara kita?” kali ini aku memberanikan diri untuk memulai ke inti perbincangan.

“Ya. Kau, semakin centil pabo-ae” kata Kyuhyun sambil menoyor jidatku.

“Hei.. aku serius Hyun. Kau banyak berubah, dari Hyun yang dulu kukenal kini kau menjadi agak sedikit liar” tuturku hati-hati takut menyinggung perasaannya.

“Artinya kau belum betul-betul mengenalku Ae-ya. Belajarlah memahami diriku lebih baik lagi. Walaupun aku tidak memberitahumu tentang apa yang kusembunyikan, kau masih tetap harus menyeleksi dengan bijak perubahan apa yang benar-benar terjadi disengaja ataupun tidak disengaja” jelas Kyuhyun sambil menuangkan air panas ke dalam ramyun cup.

“Jadi, apakah kau bersembuyi di balik topeng?” tanyaku lagi. Perkataannya seperti sebuah clue atas semua pertanyaan yang ada di benakku.

“Bisa jadi, maka dari itu kau jangan selalu memecahkan ribuan rumus matematika saja, cobalah memecahkan miliaran rumus dunia” kata Kyuhyun bijak, walaupun penampilannya seperti seorang preman, tetapi ku akui Kyuhyun adalah seseorang yang patut diteladani dalma hal pemikiran objektif.

“Dan apakah benar aku belum betul-betul mengenalmu? Ku rasa hanya kau saja yang tidak mengijinkanku untuk mengenalmu lebih jauh” ujarku sedikit kesal, ku rasa aku sudah cukup banyak mengenal Kyuhyun. Mulai dari kebiasaan baik dan buruknya di masa lalu, hingga perubahan-perubahan yang ditunjukkannya dua tahun terakhir.

“lebih baik habisi ramyun-mu itu sebelum dingin” ucap Kyuhyun mengalihkan pembicaraan.

“Cih, mengalihkan pembicaraan” cibirku di balas dengan tawa Kyuhyun.

||Monday|| At Hannyoung High School, Seoul

Kyuhyun Pov

Hari ini aku sengaja datang lebih cepat dari biasanya. Sengaja, ingin membaca materi-materi yang cukup tertinggal karena tidak fokus untuk sekolah. Banyaknya tuntutan masalah yang dibebankan padaku sudah cukup untuk menyita waktuku untuk belajar. Sudah lama aku ingin langsung menyelesaikan kasus itu, tetapi selalu saja belum mendapatkan waktu yang tepat mengingat belum matangnya rencana yang ku susun untuk menghadapi orang kelas dunia itu. Memakan waktu yang cukup lama untuk menghadapi orang itu, bahkan sudah 69 rekan kerjaku tewas karena menjalankan misi rahasia yang diemban. Beresiko tinggi jika berhadapan dengan mereka, jangan sampai aku bernasip sama dengan rekan-rekan kerjaku itu. ’Tit’ handphone-ku bergetar, mendapatkan sebuah pesan email dari Scot Nozawa temanku yang berada di Amerika Serikat.

From: S. Nozawa

Later in the afternoon you will be pickep up using the jet, Prof. Russel William wants to meet you. Do a lot of reasons. “selalu menggunakan bahasa baku” gumam-ku. Hyungku yang satu itu memang benar-benar payah dalam berbahasa inggris.

To: S. Nozawa

Ok.

Yoonjae Pov

Kini jam istirahat, aku menghabiskan waktu bersama Aeyeon di kantin, dia merupakan gadis yang jarang kutemui. Gadis jenius, tetapi sering ceroboh. Tak terhitung kali dia melupakan pancil case-nya sehingga aku meminjamkan pena untuknya, tidak membawa buku Biologi sehingga dia harus berdiri di depan kelas, dan yang terakhir dia terpeleset karena menginjak kulit pisang yang dibuangnya sendiri. Tetapi hal itu tak menutup keanggunan gadis muda tersebut. Lulus dari Annyang Junior High School dengan nilai ujian nasional tertinggi di South Korea, menjadi duta pelajar se-South Korea, dan masih banyak lagi segudang prestasi yang dimilikinya.

“Aeyeon, jujur saja aku tidak percaya bahwa gadis seceroboh kau ternyata adalah gadis dengan segudang prestasi” ujarku sambil menyantap ramyun kimchi yang sisa setengah piring.

“Aku anggap itu pujian. Tetapi, pasti kau tidak akan percaya bahwa Kyuhyun, namja dengan peringkat terbawah di semester ini ternyata dulunya adalah seorang pemegang mendali emas olimpiade matematika, ketua OSIS di Annyang JHS, bahkan pemenang kontes photographe se-international” jelas Aeyeon yang membuatku hampir tersedak. Jadi selama ini agen NIS keliru dengan fisicly yang diperlihatkan Kyuhyun.

“Hei.. kau pasti sangat membanggakan pria itu” goda-ku.

“Tentu saja, dia sudah ku anggap sebagai teman sehidup sematiku” jawab Aeyeon polos. Apa benar gadis itu beranggapan seperti yang terlontar barusan.

“Berarti kau mengharapkan Kyuhyun menjadi suamimu. Teman sehidup semati”

Kyuhyun Pov

Berdiri untuk bersembunyi dari gadis yang kucintai, hanya untuk memastikan bahwa gadis itu akan aman dan tidak dimanfaatkan oleh pria yang baru dikenalnya. Memperhatikan Aeyeon yang sedang makan berdua bersama Yoonjae seorang agen NIS yang mencurigaiku sebagai komplotan organisasi gelap, sungguh membuatku ingin tertawa. Kalau intejen sekelas mereka saja bisa terkecoh, berarti penyamaranku berhasil. Samar-samar aku mendengar suara Aeyeon yang sedang menceritakan tentang diriku.

“Aku anggap itu pujian. Tetapi, pasti kau tidak akan percaya bahwa Kyuhyun, namja dengan peringkat terbawah di semester ini ternyata dulunya adalah seorang pemegang mendali emas olimpiade matematika, ketua OSIS di Annyang JHS, bahkan pemenang kontes photographe se-international” ujar Aeyeon, membuat senyumku mengembang. Berarti selama ini Aeyeon selalu memperhatikanku, walaupun hanya sekedar prestasiku yang mencolok saja.

“Hei.. kau pasti sangat membanggakan pria itu” goda Yoonjae. Pasti anak baru itu ingin mengetes sejauh mana perasaan Aeyeon padaku.

“Tentu saja, dia sudah ku anggap sebagai teman sehidup sematiku” jawab Aeyeon polos. Aku terdiam mendengar jawaban dari mulut mungil itu. Jawaban ambigu yang pernah diucapkannya.

“Berarti kau mengharapkan Kyuhyun menjadi suamimu. Teman sehidup semati” kata Yoonjae membuatku semakin pusing.

-Flashback-

09.45 – At Annyang JSH

“Hyun.. kaki-ku terkilir..” ucap seorang gadis mungil sambil menangis, seolah mengadu padaku.

“Sini, naik ke punggungku. Akan ku antarkan ke UKS” kata-ku sambil memunggungkan Aeyeon membentuk gestur tubuh agar gadis itu bisa dengan gampang naik ke atas punggungku.

“Gomawo Hyun-ah, kau memang teman sehidup sematiku, sahabat”

22.14 – At Kyuhyun Home’s

“Wuah Won Bin ajjushi sangat keren main di film itu, sesosok pria misterius yang selalu menjadi penolong!” seru Aeyeon yang tengah asik menonton salah satu film percintaan di rumahku.

“Sudah malam, suaramu itu bisa membangunkan hantu penjaga rumah ini” ujarku menakut-nakuti Aeyeon.

“Eii.. jangan mengambil alasan seperti itu. Eh tapi aku ingin menjadikan sosok Won Bin di film itu sebagai teman sehidup sematiku, suami”

-End Flashback-

At Federal Bureau of Investigation Office, Gyenggi-do

Author Pov

Di daerah perbukitan Chongnyeongsan, dengan suasana pegunungan yang masih asri belum terjamah oleh polusi Kyuhyun berada sekarang, memasuki sebuah gedung elit yang tersembunyi dengan berbagai fasilitas yang tentu saja dapat dikatakan sangat canggih. Penjagaan ketat oleh pria-pria berkulit hitam, dengan setelan jas yang melengkapinya, pria-pria tersebut menghampiri Kyuhyun yang baru saja masuk melewati pintu utama.

“Silahkan masuk agen Cho, anda sudah ditunggu oleh Mr Nozawa” ucap sang pria negro yang fasih berbahasa Korea. Salah satu staff di kantor ini yang sudah mengenal Kyuhyun.

“Terima kasih, Radolf” kata Kyuhyun sambil berjalan lurus menuju halaman belakang tempat pendaratan pesawat.

At Namsan Tower, Seoul

Yoonjae Pov

Setelah melakukan janji bersama Aeyeon untuk jalan-jalan, kini aku duduk di bangku kayu bercat putih sambil menggenggam segelas milk coffee sambil menunggu Aeyeon. Sudah sepuluh menit aku menunggu, gadis itu tak kunjung datang, padahal sudah lewat dari jam yang dijanjikan. Kebiasaan para wanita yang sudah kuketahui, berlama-lama di depan cermin hanya untuk mengolesi bubuk-bubuk berbahan kimia, mengoleskan benda berujung merah ke bibir, dan menebalkan alis mereka menggunakan benda panjang dengan ujung hitam entah apa namanya. Tiba-tiba kedatangan seorang gadis yang tergesa-gesa membuyarkan lamunanku. Gadis yang mengenakan kaos putih yang dilapisi jaket kebesaran, dengan rambut digerai, dan wajah tanpa olesan bahan kimia. Gadis berwajah childish, yang mempesona terlihat sangat polos. Seketika sudut bibirku terangkat, memperhatikan sudut yang berbeda dari gadis ini. Dia tidak mementingkan penampilan, tidak menebar kecantikan yang sudah dimilikinya.

“Maaf aku terlambat, tadi aku mampir ke rumah Kyuhyun dulu, tapi dia tidak ada, huh menyebalkan” kata Aeyeon sambil me-lap keringat di dahi yang bercucuran.

“Tidak apa-apa, sini biar aku bantu” ucapku sembari membantu me-lap keringat Aeyeon dengan telapak tanganku, kulit gadis itu terasa halus.

“A..a..aniyo, biar aku saja” kata Aeyeon gugup, semburat merah menghiasi pipi gadis itu. Apakah dia malu padaku..

“Baiklah. Jadi apa kau ingin kita naik ke atas sana?” kali ini aku sengaja mengalihkan pembicaraan. Kasihan melihat wajahnya yang tersipu malu atas kelakuanku. Aku sudah memahami sifat-sifat wanita kalau sudah berhadapan seperti ini. Ya, aku sering bergonta-ganti pasangan, hanya untuk kesenangan semata.

“Ya.. sudah lama aku tak kesini. Biasanya aku selalu pergi bersama Kyuhyun” ujar gadis itu sambil menganggukkan kepalanya. Kyuhyun lagi yang dibahasnya, apakah pria yang dia kenal hanya Kyuhyun. Dan aku benar-benar memilih orang yang tepat.

“Apakah Kyuhyun tidak akan marah jika kau pergi bersamaku?” tanyaku ingin tahu.

“Pasti dia akan marah. Hehehe.. tenang saja, aku akan bertanggung jawab jika kau akan dihajar oleh dia.. ” tukas Aeyeon sambil menampilkan cengiran layaknya anak kecil.

“Wah, pasti dia pandai beladiri” kata-ku mencoba menebak-nebak.

“Tentu saja! Dia itu pemegang sabuk hitam taekwondo. Bahkan sudah banyak kasus perkelahiannya hingga rata-rata lawannya babak belur.” Jelas Aeyeon bersemangat, apakah gadis ini membanggakan tingkah laku pria yang buruk?

“Berarti pria yang tidak baik, sebaiknya kau jangan terlalu dekat dengannya Aeyeon-ssi” ucapku memberi nasihat pada gadis polos itu.

“Aniyo! Dia itu berkelahi bukan karena kemauannya, tetapi anak-anak nakal itu selalu mengganggu Kyuhyun, sehingga dalam keadaan terdesak dia terpaksa harus melawan bukan?” kata Aeyeon membenarkan. Banyak informasi yang kudapatkan dari gadis ini.

At RAF Menwith Hill – United States

Author Pov

Pesawat jet yang ditumpangi Kyuhyun mendarat sempurna di halaman belakang gedung tersembunyi ini. Dengan berbagai aktivitas di dalamnya memperlihatkan kesibukan para staff yang berjalan cepat seolah-olah sedang sangat sibuk dan tak dapat diganggu. Kyuhyun berjalan mendahulu pria berkebangsaan Japan, yang diketahui bernama Scot Nozawa. Orang-orang terpilih dari berbagai negara bekerja untuk menjadi intelejen berkumpul untuk menangani kasus besar yang kini telah diselidiki oleh Kyuhyun, salah satu agen terbaik yang sangat diandalkan dan diakui kemampuannya.

“Markus Cho, how are you?” sapa seorang gadis berkebangsaan Thailand sembari memeluk tubuh Kyuhyun dari belakang.

“fine, sorry i’m busy now” ucap Kyuhyun sambil melepaskan kedua lengan gadis bernama Pariyachat Limthammahisorn atau biasa di panggil Pariya dan langsung berjalan ke ruangan rapat yang berada di lantai 53.

“Shit” gumam Pariya sembari mengunyah permen karet yang sedari tadi berada di dalam mulutnya.

Kini Kyuhyun berada di dalam sebuah ruangan yang luas dengan sebuah layar LCD big size tergantung disalah satu sudut ruangan, dengan puluhan bendera dari berbagai negara yang mengelilingi seisi ruangan. Tidak hanya Kyuhyun yang berada di ruangan ini, tetapi ada beberapa orang penting dan terpilih yang sedang duduk berhadap-hadapan.

“now, i have allowed you to do a follow up on this case agent Cho” ucap pimpinan Kyuhyun di FBI, Russel William.

“from the data that we found, Kris Wu led organization has moved to deceive us” sambung salah satu petinggi CIA, Michael Clifton yang bertugas mengorganisir data-data seluruh umat manusia di muka bumi menggunakan berbagai kecanggihan teknologi.

“You’re right Mr Clifton, mereka telah melangkah duluan untuk mengelabuhi kita semua.. tetapi mereka gagal” kata Kyuhyun menggunakan bahasa Korea yang dapat dimengerti oleh semua orang yang berada diruangan itu menggunakan alat penerjemah, mata Kyuhyun menatap tiang kayu berukuran pendek yang digunakan untuk menopang bendera RRC.

“What do you founded?” tanya Scot Nozawa. Semua orang menunggu jawaban Kyuhyun dengan tampang serius.

“Alat penyadap telah dipasang oleh orang dalam” jawab Kyuhyun sambil tersenyum evil karena telah berhasil menemukan benda terlarang yang bisa saja menggagalkan kerja keras mereka selama dua tahun terakhir.

At Ise Grand Shrine – Japan

Author Pov

Di kuil yang paling suci di Jepang, kini dijadikan sebagai tempat persembunyian organisasi gelap oleh Kris Wu. Bagaimana bisa? Tentu saja pria dengan tinggi hampir mencapai 190 cm ini selalu memiliki trik-trik licik untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Kuil yang didedikasikan untuk materasu (dewi matahari) dan telah dibangun sejak 4 SM menyimpan beberapa aset penting kekaisaran Jepang, hal itu yang membuat Kris Wu menyuruh beberapa anak buah untuk membunuh orang-orang terkait yang berhubungan dengan kuil ini. Selain tempat ini yang sangat sulit untuk dikunjungi karena letaknya terpencil, tempat ini juga merupakan tempat yang tertutup oleh wisatawan membuatnya menjadi tempat yang strategis untuk dijadikan markas.

Sang pemimpin muda kini sedang berkomunikasi dengan salah satu orang suruhannya melalui communicator.

“Apa bukti yang kau dapatkan?” tanya Kris Wu tidak ingin menghabiskan waktu lebih lama lagi.

“aku telah memasang penyadap, yang bisa kau akses langsung. Sekarang telah terhubung di computer anda tuan” ucap seorang wanita dari seberang.

“Baiklah” kata Kris Wu dan langsung memutuskan sambungan video call. Setelah itu tanpa aba-aba, Kris Wu langsung mengaktifkan computer miliknya dan mengaktifkan sambungan penyadap otomatis yang kini tengah menayangkan beberapa orang yang tengah duduk berhadap-hadapan sembari membahas organisasi yang dijalankan oleh Kris Wu itu sendiri.

“now, i have allowed you to do a follow up on this case agent Cho” ucap pimpinan Kyuhyun di FBI, Russel William.

“from the data that we found, Kris Wu led organization has moved to deceive us” sambung salah satu petinggi CIA, Michael Clifton.

“You’re right Mr Clifton, mereka telah melangkah duluan untuk mengelabuhi kita semua.. tetapi mereka gagal” kata Kyuhyun menggunakan bahasa Korea yang dapat dimengerti oleh semua orang yang berada diruangan itu menggunakan alat penerjemah, mata Kyuhyun menatap lurus ke arah Kris Wu yang tertampil di layar. Kyuhyun telah mengetahui bahwa ada kamera tersembunyi beserta penyadap.

“What do you founded?” tanya Scot Nozawa. Semua orang menunggu jawaban Kyuhyun dengan tampang serius. Kris Wu langsung mematikan computernya tanpa menunggu jawaban Kyuhyun. Baginya itu sudah jelas, dia telah salah sangka pada tangan kanannya itu.

“Habisi Markus Cho. Bawa jasadnya di hadapanku” ucap Kris Wu geram yang membuat beberapa pengawalnya bergidik.

At Namsan Tower

Yoonjae Pov

Berdiri di depan ribuan gembok yang melekat di pagar-pagar besi yang lumayan panjang menampilkan beribu pasang nama yang terdapat di masing-masing gembok tersebut. Sudah menjadi tradisi orang korea yang mempercayai cinta mereka akan abadi dengan bantuan sebuah gembok.

“apa kau pernah melakukan hal seperti itu?” tanyaku pada Aeyeon sembari menggidikkan kepala ke arah sepasang kekasih yang sedang memasang gembok cinta.

“tentu saja!” jawab gadis itu bersemangat.

“kau pasti percaya dengan hal mistis” gurau-ku yang dibalas dengan tinjuan ringan dari Aeyeon yang mengarah ke bahuku. Seketika kedua bola mataku memperhatikan sebuah gembok yang mencolok. Gembok tua dengan bahan anti karat dan sangat kokoh buatan Rusia yang biasanya terdapat di instansi-instansi pertahanan. Ku pegang gembok itu dan menemukan sebuah sayatan yang disengaja.

“CKH & AAY” gumamku yang masih bisa terdengar oleh pendengaran Aeyeon.

“itu milikku dan Kyuhyun. Waktu duduk di bangku kelas satu sekolah menengah pertama, kami meniru tingkah laku senior-senior kami. ”

 

Flashback

Author Pov

Cuaca yang tidak bersahabat membuat Kyuhyun dan Aeyeon membatalkan niat untuk lebih berlama-lama di Namsan Tower. Seketika menuruni tangga, mata Aeyeon menemukan sepasang orang yang dikenalnya.

“Sunbae! Apa yang kalian berdua lakukan?” tanya Aeyeon bersemangat. Aeyeon sangat mengidolakan sepasang kekasih ini, senior paling populer di sekolah.

“Ah, Aeyeon-ssi, Kyuhyun-ssi. Kami ingin memasang gembok” jawab Han Hyojo, senior yang berada di kelas 9 dengan bakat sebagai photograp”

“Gembok?” tanya Kyuhyun tidak mengerti dengan tujuan yang dimaksud oleh seniornya itu.

“mitos, jika sepasang kekasih memasang sebuah gembok disini, dan mencantumkan nama kedua orang tersebut maka cinta mereka akan abadi” jelas Han Hyojo lagi dengan anggukan Choi Jaejin kekasihnya yang menjabat sebagai ketua OSIS.

“Wahh.. aku ingin mencoba!” kata Aeyeon antusias. Semua mata tertuju pada Aeyeon.

“Memangnya kau punya kekasih?” tanya Kyuhyun setengah mencibir, sontak Aeyeon melemas.

“Hemm.. kami duluan yah, sampai jumpa dongsaeng” kata Hyojo dan Jaejin berpamitan.

“Ne sunbaenim” jawab Kyuhyun dan Aeyeon kompak. Setelah kepergian sepasang kekasih itu, hening tercipta di antara mereka berdua. Hanya diam menatap ribuan gembok tanpa berniat melakukan sesuatu. Kyuhyun yang sedari tadi memperhatikan tingkah Aeyeon yang memasang wajah sedih membuat Kyuhyun menjadi gusar. Tiba-tiba Kyuhyun teringat sesuatu.

“Hei, jangan cemberut pabo-ya. Ayo kita pasang gembok ini juga” ucap Kyuhyun memecahkan keheningan. Kyuhyun mengeluarkan sebuah gembok yang terlihat kokoh dari dalam ranselnya. Seketika itu mata Aeyeon berbinar.

“Kau memang selalu mengerti diriku Hyun-ah!!” kata Aeyeon sembari memeluk pinggang Kyuhyun gemas. Seketika itu tubuh Kyuhyun menegang, merasakan debaran tak karuan saat mereka berdua melakukan sebuah kontak tubuh.

“Hemm.. lepaskan dulu. Aku ingin menulis nama kita berdua di gembok ini” pelukan Aeyeon mengendur, hati Kyuhyun mencelos, mengharapkan adanya perpanjangan waktu. Merutuki kebodohannya yang meminta gadis itu agar melepaskan pelukan yang diharapkan Kyuhyun.

“Jadi kita akan menulis pakai apa? kurasa kalau menggunakan pena atau spidol pasti akan mudah terhapus” simpul Aeyeon sembari memperhatikan gembok yang dipegang Kyuhyun.

“Aku punya ide” kali ini Kyuhyun mengeluarkan sebuah benda berukuran kecil dari balik jaket kulitnya. Kyuhyun menggores-goreskan permukaan tumpul benda itu di atas gembok membentuk sebuah singkatan nama ‘CKH & AAY’

“Wah daebak!! Cepat-cepat pasang disana!” kali ini Aeyeon betul-betul bersemangat setelah melihat ukiran tangan Kyuhyun yang tidak terlalu bagus tetapi pria itu membuat ukiran itu dengan penuh usaha yang kuat, mengingat gembok besi itu terbuat dari bahan yang kokoh.

“Iya.. iya.. sabar sedikit nona manis” cibir Kyuhyun yang langsung memasangkan gembok itu untuk bergabung dengan kerumunan gembok lain. Setelah mengunci gembok itu, kyuhyun melempar kunci gembok itu ke arah sebuah danau buatan yang berada tak jauh dari tempat tersebut.

“Kau puas nona muda Ahn?” sindir Kyuhyun ketika melihat wajah kagum Aeyeon.

“Sangat puas. Ku harap kunci itu akan dimakan oleh buaya dan tak akan ada yang bisa merusak gembok ini” kata Aeyeon penuh harap.

“dan asal kau tahu kita adalah satu-satunya manusia yang memasang gembok ini tanpa status sebagai kekasih” tambah Kyuhyun membuat Aeyeon terpikir sesuatu.

“Kau benar Hyun, bagaimana suatu hari nanti saat aku dan suamiku kelak berkunjung ke sini, kemudian dia melihat gembok yang kita pasang bagaimana? Nanti dia akan salah paham” ujar Aeyeon sambil menarik-narik ujung lengan jaket Kyuhyun.

“tidak usah kau khawatirkan, karena hal itu tak akan terjadi” ucap Kyuhyun menenangkan, dan seketika itu hujan turun dengan deras tanpa menunggu aba-aba. Kyuhyun dan Aeyeon berlarian ke arah sebuah pohon yang mungkin saja bisa menjadi tudung mereka berlindung.

End Flashback

 

“Hahaha, berarti kau dulu seorang peniru” gurau-ku.

“Hei, saat itu aku masih seorang anak yang labil!” bantah Aeyeon, aku paham akan hal itu.

“Ngomong-ngomong gembok ini terlihat sangat kokoh, benda apa yang Kyuhyun gunakan untuk mengukir nama kalian?” tanyaku karena kurang puas atas penjelasan Aeyeon.

“Aku tak terlalu memperhatikannya, tapi kalau tak salah seperti peluru.” Jelas Aeyeon, aku tercengang mendengar penjelasan barusan.

“Anak kelas satu mempunyai peluru?” tanyaku hati-hati.

“Itu hal wajar karena kakeknya seorang intelejen. Dia juga sudah diajari cara menembak dengan jitu” ujar Aeyeon. Kini aku sudah bisa mengambil kesimpulan. Cho Kyuhyun bukanlah anggota organisasi gelap, tetapi dia seorang intelejen, selama ini NIS salah sangka.

At RAF Menwith Hill – United States

Pengamanan di gedung ini telah diperketat, para staff yang berada mulai diperiksa. Kyuhyun berjalan santai ke arah rooftop sembari mengendurkan dasi kemeja sekolahnya, Kyuhyun memang belum mengganti pakaiannya sehabis selesai KBM, dan langsung menuju US. Setiba di rooftop, Kyuhyun memperhatikan tingkah seorang gadis yang dikenal sebagai Pariya yang kini sedang sibuk mengotak-ngatik laptopnya yang terhubung dengan kabel-kabel berwarna merah dan kuning. Gadis itu tersadar bahwa ada seseorang yang tengah memperhatikannya, menandakan aksi gadis itu tengah terpergok. Perlahan-lahan Pariya mengeluarkan sebuah pistol yang telah siap untuk mengeluarkan lahar panas. Dalam satu gerakan Pariya mengacungkan pistol itu kearah Kyuhyun dengan jari yang cepat langsung menarik pelatuk, ‘door!’. Tetapi sepersekian detik pistol yang dipegang oleh gadis berkebangsaan Thailand itu terlempar oleh hantaman peluru yang keluar dari pistol digenggaman Kyuhyun.

“Mrs Limthammahisorn, you lose” ucap Kyuhyun menarik ujung sudut bibirnya, memperlihatkan evil smilenya.

At Banana Cafe, Seoul

Aeyeon Pov

Cafe yang terkenal akan cita rasa ice cream dengan bahan baku alami yang terbuat dari pisang ini menjadi objek nomor satu di kalangan anak muda, tak terkecuali aku yang memang sering kali mengunjungi tempat ini. Duduk di sudut ruangan bersama Yoonjae, menikmati banana ice cream dengan caramel yang menambah rasa manis. Pria yang kini duduk di depanku telah berhasil merebut semua fokus perhatianku hanya padanya. Entah daya tariknya berhasil membuatku selalu ingin tahu segala sesuatu yang dia sukai, yang dia kagumi, hal-hal yang dia benci, dan semuanya yang berkaitan dengannya.

“Jadi, apa hobby-mu Yoonjae-ssi?” tanyaku ingin tahu. Jujur saja sejak dia pindah ke Hannyoung, dia tidak bergabung dengan ekskul apapun.

“Skateboard. Aku juga suka travelling” jawab Yoonjae sambil tersenyum padaku. Senyuman manis bagai malaikat. Berbanding terbalik dengan Hyun yang memiliki senyuman seperti malaikat pencabut nyawa.

“Yah, sayang sekali di sekolah tidak ada ekskul skateboard.. padahal aku ingin melihatmu berseluncur di atas benda beroda itu” kataku kecewa. Tiba-tiba Yoonjae memajukan tubuhnya ke arahku. Badanku menegang saat jarak di antara kami kian menyempit. Tiba-tiba tangan kanan Yoonjae terjulur kearah sudut bibirku. Dia menghapus sisa cream yang tertempel di sudut bibirku. Aku menunduk takut dia melihat wajahku yang bersemu merah.

“Maafkan kelancanganku.. aku hanya..”

“Tidak apa-apa” potongku mengerti apa yang dimaksud.

At RAF Menwith Hill – United States

Setelah berhasil menangkap Pariya, yang merupakan bagian dari organisasi pimpinan Kris Wu, kini Kyuhyun siap kembali ke Seoul walaupun dengan seribu kewaspadaan karena kedoknya telah diketahui oleh Kris Wu. Sebelum berangkat menggunakan jet milik FBI, Kyuhyun ingin memastikan keberadaan gadis itu, Aeyeon. Kyuhyun ingin mengantisipasi keberadaan orang-orang terdekatnya yang bisa saja menjadi sasaran kemarahan Kris Wu.

“Yeobseyo Hyun..” suara seorang gadis terdengar dari ponsel genggam Kyuhyun.

“Kau dimana?” tanya Kyuhyun tak ingin bertele-tele.

“Banana Cafe” jawab gadis itu singkat.

“Dengan siapa?” tanya Kyuhyun lagi.

“Yoonjae-ssi. Kau seperti sedang mengintrogasiku Hyunnie” kata Aeyeon merengut.

“Jangan percaya atas perlakuan pria itu, dia hanya sedang memanfaatkanmu. Tetapi sekarang kau aman bersama dengannya. Suruh dia antar kau pulang sampai rumah” ucap Kyuhyun dan langsung mematikan sambungan telefon sepihak.

At Ahn Home, Myeongdong

Mobil putih keluaran Hyundai berhenti tepat di depan kediaman menteri Ahn, rumah Aeyeon. Rumah mewah bercat putih seolah-olah bagaikan istana bunga lily.

“Kita sudah sampai nona Ahn” suara Yoonjae mengagetkan Aeyeon yang hampir saja memasuki alam mimpi.
“Kau benar” sahut Aeyeon dengan suara serak. Kemudian gadis mungil itu melangkah turun dari mobil mahal milik Yoonjae. Pria itu juga turun dari kursinya dan menghampiri Aeyeon yang tengah berdiri. Dan dengan sentuhan lembut mencium bibir tipis Aeyeon, tidak lama tetapi mampu membuat hati Aeyeon berdebar.

“Terima kasih atas bantuanmu nona muda Ahn. Kumohon jangan menganggap hal barusan terlalu serius. Aku tidak menganggapmu sama seperti gadis-gadis lain yang sering ku kencani, maka karena itu aku tidak bermain-main denganmu sebelum mengantarmu pulang” ujar Yoonjae sedikit bersalah pada gadis polos yang kini tengah menahan air matanya.

“Kau memang lancang!” ucap Aeyeon dan di akhiri dengan satu tamparan keras yang mulus mendarat di pipi kiri Yoonjae. Aeyeon langsung berlarian ke dalam rumahnya dan membanting pintu rumah dengan keras. Sedari tadi ada sepasang mata yang memperhatikan kejadian itu dengan seksama. Pria berjaket hitam yang menggunakan topi sehingga menyamarkan penyamarannya. Pria itu menggeram kesal.

 

To be continue

 

Advertisements

9 thoughts on “[CHAPTER] TROUBLE – Part 2: Misconception

  1. Audrey Riley

    “Wuah Won Bin ajjushi sangat keren main di film itu,
    sesosok pria misterius yang selalu menjadi penolong!”
    seru Aeyeon yang tengah asik menonton salah satu film
    percintaan di rumahku.
    “Sudah malam, suaramu itu bisa membangunkan hantu
    penjaga rumah ini” ujarku menakut-nakuti Aeyeon.
    “Eii.. jangan mengambil alasan seperti itu. Eh tapi aku
    ingin menjadikan sosok Won Bin di film itu sebagai
    teman sehidup sematiku, suami”

    bisa jadi kyuhyun menjadi inteligent(?) gegara ae yeon .-. jelas ga bakal salah paham, orang suaminya bisa jadi kyuhyun sendiri :v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s