[CHAPTER] TROUBLE – Part 3: Political Turnover

trouble

 

Tittle: TROUBLE [Part 3: Misconception] | Author: farvidkar | Genre: Action, Politic, Romance | Cast: Cho Kyuhyun Ahn Aeyeon (OC) | Other cast: Hong Yoonjae, Shim Chang Min, Choi Minho and etc | Rating: PG | Poster by ImjustAGIRL

 

A/N: Asli buatan sendiri dengan imajinasi yang datang sendirinya. Tidak ada maksud lain dengan karakter yang dibuat. Jika terdapat kesalahan dalam penulisan harap dimaklumi. Sebelumnya aku sudah pernah mempublish ff ini, namun postingan sekarang adalah hasil revisi dari postingan sebelumnya.

 

 

 

The Last Part [Part 2: Misconception]

Mobil putih keluaran Hyundai berhenti tepat di depan kediaman menteri Ahn, rumah Aeyeon. Rumah mewah bercat putih seolah-olah bagaikan istana bunga lily.

“Kita sudah sampai nona Ahn” suara Yoonjae mengagetkan Aeyeon yang hampir saja memasuki alam mimpi.
“Kau benar” sahut Aeyeon dengan suara serak. Kemudian gadis mungil itu melangkah turun dari mobil mahal milik Yoonjae. Pria itu juga turun dari kursinya dan menghampiri Aeyeon yang tengah berdiri. Dan dengan sentuhan lembut mencium bibir tipis Aeyeon, tidak lama tetapi mampu membuat hati Aeyeon berdebar.

“Terima kasih atas bantuanmu nona muda Ahn. Kumohon jangan menganggap hal barusan terlalu serius. Aku tidak menganggapmu sama seperti gadis-gadis lain yang sering ku kencani, maka karena itu aku tidak bermain-main denganmu sebelum mengantarmu pulang” ujar Yoonjae sedikit bersalah pada gadis polos yang kini tengah menahan air matanya.

“Kau memang lancang!” ucap Aeyeon dan di akhiri dengan satu tamparan keras yang mulus mendarat di pipi kiri Yoonjae. Aeyeon langsung berlarian ke dalam rumahnya dan membanting pintu rumah dengan keras. Sedari tadi ada sepasang mata yang memperhatikan kejadian itu dengan seksama. Pria berjaket hitam yang menggunakan topi sehingga menyamarkan penyamarannya. Pria itu menggeram kesal.

—-

On The Road

Author Pov

Jalanan Seoul lenggang di tengah malam. Hanya sesekali berpapasan dengan kendaraan-kendaraan di daerah elit ini. Kyuhyun melajukan motornya untuk mengejar mobil Hyundai yang dikendarai oleh Yoonjae. Agar tak membuang waktu lebih lama lagi, Kyuhyun melepas satu tembakan ke arah ban belakang mobil Yoonjae, sehingga mobil itu oleng dan menabrak sebuah pohon pinus. Yoonjae keluar dari mobil dengan geram, menampilkan sisi lain sikapnya.

“Apa-apaan kau Agen Cho?!” pembicaraan diawali oleh Yoonjae. Kyuhyun tersenyum licik sembari turun dari motornya.

“Ternyata kau sudah mengetahui siapa diriku sebenarnya. Sungguh creative memanfaatkan gadis itu untuk mengorek informasi tentang diriku,” kata Kyuhyun menunjukkan kemarahannya saat mengatakan ‘gadis itu’.

“Dan kau telah membuatku harus menghajar wajah brengsekmu itu!” sambung Kyuhyun sembari melayangkan tinjunya ke arah wajah Yoonjae dengan gesit sehingga dapat membuat seorang agen muda kebanggaan NIS South Korea terkapar di tanah. Darah bercucuran keluar dari sudut mulut Yoonjae. Kyuhyun sadar bahwa tidak sepenuhnya itu adalah kesalahan Yoonjae. Seharusnya Kyuhyun bisa saja dengan enteng menunjukkan kartu pengenal sebagai agen FBI pada Yoonjae yang sedang menyelidiki Kyuhyun atas dugaan berkomplot dengan organisasi gelap, tetapi dengan sifat Kyuhyun yang ingin mengerjai salah satu agen NIS yang berhasil merebut perhatian Aeyeon darinya, membuat Kyuhyun tak ingin membantu pekerjaan Yoonjae. Tetapi, tindakan Yoonjae yang memanfaatkan Aeyeon membuat Kyuhyun hilang kendali.

“Enyahlah dari hadapanku” suatu kalimat yang menandakan seorang Cho Kyuhyun benar-benar tidak bermain-main membuat Yoonjae tertegun.

….

At National Intelligence Service (South Korea)

Waktu menunjukkan pukul 02.14 pagi. Suasana di kantor NIS tampak sibuk dengan dokumen-dokumen yang baru saja di fax dari CIA. Hanya tim khusus saja yang berada di ruangan tertutup ini, salah satunya Yoonjae.

“Jadi, selama ini FBI juga mengejar organisasi gelap milik Kris Wu?” tanya Baek Dongsoo, seorang ahli penjinak bom.

“Ya, bahkan mereka sudah jauh lebih cepat melangkah dari pada kita” jelas Yoonjae yang sedari tadi menahan sakit di sudut bibirnya.

“Jadi benar Cho Kyuhyun adalah anggota FBI? Sungguh penyamaran yang sempurna” kali ini Im Yuri angkat bicara. Yuri yang merupakan seorang penyusun strategi tak menyangka akan hal itu. Yuri merupakan dosen di sebuah universitas swasta di Seoul, sekaligus pernah menjadi guru bantu di Hannyoung High School.

“Hhmm, begitulah noona” kata Yoonjae tak bersemangat. Setiap mendengar nama Kyuhyun disebut, dia ingin sekali menghajar balik wajah preman milik Kyuhyun itu.

“Dan apa langkah kita selanjutnya appa? FBI juga telah turun tangan, berarti kita sudah perlu melepas kasus ini” tanya Yoonjae pada Hong Jong-Il, President NIS.

“FBI telah mengirim fax agar kasus ini diserahkan pada intelegen international, lupakan kasus ini” ujar Hong Jong-il disambut anggukan anak buahnya.

….

At Kyuhyun Home’s – Nohwon

Rumah mewah dengan interior modern milik keluarga Cho kini sedikit berubah dengan kedatangan kembali tuan rumah, Cho Younghwan. Setelah meresmikan yayasan yang baru saja didirikan di salah satu provinsi di Philipina, kini Younghwan kembali untuk menemui keluarganya yang sudah seminggu ditinggalkan.

“Kyuhyun-ah, kau baru pulang nak?” tanya nyonya Cho, yang sedari tadi memang belum tidur karena menunggu suaminya kembali.

“Ne amma. Ada urusan pekerjaan.” Jelas Kyuhyun singkat sambil melepas jaket hitamnya.

“Ambil cuti dulu, kau tak lama lagi harus menhadapi ujian nasional” kata nyonya Cho menasihati anak bungsunya.

“Tenang saja amma. Ngomong-ngomong di mana appa? Bukankah hari ini appa pulang?” kata Kyuhyun berusaha mengalihkan pembicaraan.

“Ada apa mencari appa? Kau merindukan duplikatmu ini?” tiba-tiba tuan Cho muncul dari kamar, menghampiri anak bungsunya sambil bercanda.

“Hahaha.. appa kau bisa saja. Annio, ada yang perlu kubicarakan pada kalian berdua, ini sangat penting” jelas Kyuhyun dengan raut seriusnya.

….

“Jadi, rencanaku telah diketahui oleh Kris Wu. Dia tak akan membiarkanku lolos. Kalian pasti tau selicik apa Kris Wu, dan kalian juga pasti tahu cara apa saja yang mungkin dia gunakan. Kemungkinan besar kalian bisa dicelakai olehnya. Aku tak ingin kalian terluka, maka karena itu kalian harus bersembunyi di Mokpo, ada Donghae hyung yang akan menindungi kalian” jelas Kyuhyun panjang lebar sembari memakan ramyun buatan ibunya. Sekarang sudah pukul 03.00, tetapi dia baru bisa mengisi perutnya yang seharusnya sudah diisi pada jam makan siang.

“Donghae? Siapa dia Kyuhyun-ah?” tanya ibu Kyuhyun.

“Lee Donghae, adik dari Lee Donghwa hyung” ucap Kyuhyun singkat.

“Ah.. Donghwa yang menjadi guru di yayasan appa?” tanya tuan Cho mencoba mengingat-ingat.

“Ne. Dan Lee Donghae adalah seorang nelayan”.

….

||Tomorrow|| At Hannyoung High School

Setelah memastikan ayah dan ibunya akan aman jika diantar oleh Lee Donghwa ke Mokpo, kini Kyuhyun datang ke sekolah dengan penampilan berbeda. Tak seperti seorang berandalan seperti biasa. Style Kyuhyun kini kembali menjadi Cho Kyuhyun yang sesungguhnya, toh kedok alias penyamarannya telah diketahui oleh Kris Wu, jadi dia akan kembali menjadi dirinya sendiri tanpa harus berpura-pura. Semua mata tertuju ke arah Kyuhyun, terutama gadis-gadis yang entah kini menatap Kyuhyun penuh minat.

“Kyuhyun-ssi, kau semakin tampan” ucap seorang gadis berambut blonde dengan make up tebal.

“Kyuhyun oppa, kemana gaya gangstermu seperti biasa? Mengapa mengubah gaya?!” tanya seorang gadis yang mengenakan kalung menyerupai rantai.

“Aku telah melepas semua topeng yang kupergunakan selama dua tahun terkhir ini. Dan inilah diriku sebenarnya.” Ujar Kyuhyun tersenyum pada gadis-gadis yang mengerumuninya. Dan ketika matanya tertuju pada seorang gadis yang baru saja keluar dari ruang guru, Kyuhyun terpaku. Wajah sembab Aeyeon melihatkan kelelahan, garis mata hitamnya menandakan gadis itu tengah menangis semalaman. Kyuhyun teringat kejadian semalam ketika dia menghajar pria brengsek itu.

“Pabo-ae!” panggil Kyuhyun sembari melambaikan tangannya. Aeyeon menatap kaget ke arah Kyuhyun.

“Ya!! Kau terlihat tampan Hyun-ah!!” kata Aeyeon meninju pelan bahu Kyuhyun. Berpura-pura terlihat gembira.

“Maksudmu dulu aku tidak tampan?” tanya Kyuhyun tak terima. Ikut berpura-pura masuk dalam permainan Aeyeon.

“Hhmm… bisa jadi!” ucap Aeyeon asal.

….

Pelajaran tengah berlangsung yang dipimpin oleh Kim seongsangnim. Setelah mendengar kabar kepergian Yongjae ke Tokyo, Kyuhyun kini duduk tepat di samping Aeyeon. Degupan jantung Kyuhyun berdetak maksimal ketika ujung matanya menangkap raut serius Aeyeon saat sibuk mencoretkan sesuatu di atas sebuah kertas putih. Kembali menjadi dirinya sendiri, terlepas dari sebuah penyamaran, dan kini dia merasa pantas untuk mendampingi Aeyeon.

“Hyun, kenapa kau melamun?” suara Aeyeon menghamburkan lamunan Kyuhyun.

“Tidak, aku tidak melamun” jawab Kyuhyun tenang.

“Kau pikir aku bodoh? Percaya dengan jawaban seperti itu sama dengan merendahkan harga diriku” kata Aeyeon kesal.

“Apa maksudmu?” Kyuhyun bingung. Kalimat yang menyiratkan sesuatu yang telah ditutup-tutupi oleh gadis itu.

“Selama 2 tahun terakhir aku tidak tertipu dengan penyamaranmu, aku tahu apa yang kau sembunyikan Kyuhyun-ah. Entah karena apa-pun itu, yang jelas kau hanya bermain dalam keterpaksaan belaka”. Jelas Aeyeon setengah berbisik.

“Aku tahu itu” kata Kyuhyun tersenyum tulus.

….

At Hannyoung Field

Angin yang berhembus meniupkan helaian anak rambut milik Aeyeon. Tidur di atas lapangan sepak bola yang tengah kosong bersama Kyuhyun yang ikut membaringkan badannya di samping Aeyeon. Menghilangkan segala kelelahannya selama ini. Meresakan kebebasan yang memang sepantasnya dirasakan oleh anak seusianya.

“Hyun, jelaskan padaku yang sebenarnya” kata Aeyeon membuka pembicaraan setelah sekian lama merasakan keheningan.

“Apa yang kurang jelas?” tanya Kyuhyun.

“Ayolah.. aku serius Cho Kyu Hyun” Aeyeon mulai jengkel dengan sikap Kyuhyun yang seolah-olah tidak tahu apa-apa.

“Sebaik apapun akting-ku di depanmu, pasti kau akan menemukan kekuranganku. Dan sehebat apapun kau mengelabuiku, tetap saja aku akan menemukan kekuranganmu” kata Kyuhyun sembari menutup kedua matanya, merasakan hembusan angin.

“Ah! Jangan lupa, bahwa aku lebih hebat dari pada kau bocah” tambah Kyuhyun memamerkan seringaian evil miliknya.

“Wah, ternyata Cho Kyuhyun yang ku kenal benar-benar hebat. Apa kau seorang detektive? Atau pembunuh bayaran?” Aeyeon tidak bisa menghilangkan kekagumannya walaupun Kyuhyun sempat membanggakan dirinya. Selama ini dia selalu menyembunyikan pertanyaan-pertanyaannya terhadap Kyuhyun. Pernah saat pertengahan bulan Januari, saat Aeyeon mengemudikan mobilnya di daerah pinggiran Seoul, Aeyeon sempat melihat Kyuhyun menggunakan jaket kulit hitam lengkap dengan masker seperti sedang membuntuti seseorang. Semenjak itu Aeyeon membuntuti Kyuhyun sampai tengah malam. Tambah lagi dengan diperkuat ketika Aeyeon berkunjung ke kediaman keluarga Cho dan menemukan sebuah berkas dengan cap FBI.

“Jangan berpura-pura seperti itu. Sudah kubilang bahwa aku lebih hebat darimu” kata Kyuhyun lagi. Aeyeon sadar apa maksud Kyuhyun.

“Ne agen Cho” ucap Aeyeon.

….

At Cho Home

Kyuhyun tiba di rumah tepat pukul 16.05 KST. Memarkirkan motornya kemudian melangkahkan kakinya menyusuri halaman rumah yang cukup luas. Kyuhyun ingin memastikan apakah ada hal aneh yang terjadi atau tidak. Dan benar saja, Kyuhyun mendapati beberapa kamera tersembunyi yang dipasang oleh orang tak dikenal. Dengan kemampuannya yang tak diragukan lagi dalam mensabotase alat-alat elektronik, Kyuhyun langsung memasangkan beberapa benda berukuran kecil yang disimpannya dalam ransel. Setelah itu Kyuhyun memasang kembali kamera itu ketempatnya semula. Sudah menjadi bagian dari rencananya bahwa sesuai perkiraan, Kris Wu tak akan tinggal diam.

….

Waktu menunjukkan pukul 01.55 tetapi Kyuhyun masih saja berkutat dengan laptopnya untuk menyelesaikan game online favorite-nya, Starcraft. Tak lama, dari layar computer yang berada di samping laptop Kyuhyun itu berubah tampilan dengan aplikasi entah apa namanya. Yang jelas software buatan Kyuhyun itu telah di setting untuk mendeteksi adanya penyusup yang masuk ke kediamannya.

“01.55, kalian datang lebih cepat dari perkiraan” gumam Kyuhyun sembari mematikan laptopnya dan mengambil ranselnya. Menutup pintu kamarnya dan berjalan menuruni tangga dengan tangan kiri terdapat ransel yang disampirkan ke belakang punggung. Keadaan gelap dan sunyi membuat bunyi dentuman kaki Kyuhyun terdengar. Tak lama Kyuhyun merasakan ada seseorang yang mengawasinya dari arah jam 3. Tanpa menunggu lebih lama lagi, dengan gerakan cepat Kyuhyun mengambil pistolnya yang tersimpan di saku jaket bagian dalam dan mengeluarkan satu buah tembakan yang langsung bersarang di jantung orang itu. Tak lama terdengar banyak derap langkah kaki yang mendekat, menandakan akan ada banyak boneka yang harus di hancurkan oleh Kyuhyun.

“Permainan dimulai” gumam Kyuhyun sembari melompat dari pegangan tangga sembari menendang kepala seseorang pria bermata sipit yang langsung terdorong menabrak dinding. Tak lama datang seseorang dari arah belakang punggung Kyuhyun yang mencoba menusukkan sebuah pisau tetapi gerakan Kyuhyun jauh lebih cepat dibanding pria itu, sehingga pisau yang dipegang oleh pria itu malah tertancap di perut temannya sendiri. Menyadari waktunya sudah mepet, Kyuhyun terpaksa mengambil sebuah pedang yang lebih tepat di sebut samurai koleksi ayahnya yang berada di atas meja dan mencoba bermain-main sedikit dengan barang antik itu. Kyuhyun menghabisi orang-orang suruhan Kris Wu dengan menancapkan samurai ke perut mereka, tak perlu waktu lama karena 9 orang itu sudah tewas. Kyuhyun mengeluarkan handphone-nya dan menekan beberapa digit angka di layarnya.

“Hyung, aku akan ke Menwith Hill, tolong beresi sisanya” ucap Kyuhyun pada Yunho yang merupakan bawahannya.

….

At Han River

Perubahan terjadi pada diri Aeyeon. Bangun di pagi hari dan melakukan kegiatan yang dianggap membosankan baginya dulu, bersepeda. Mengendarai sepeda putihnya dengan mengunjungi sungai han yang sepi di pagi hari. Sebenarnya Aeyeon ingin mengajak Kyuhyun, tetapi saat dia mengunjungi rumah Kyuhyun tadi pagi, dia melihat ada beberapa ambulans dan beberapa kantung mayat yang digotong ke dalam ambulans yang berada di rumah pria itu. Awalnya Aeyeon merasa khawatir, memikirkan hal yang tidak-tidak terjadi pada Kyuhyun. Tetapi dia langsung menyingkirkan pemikiran bodoh itu karena ada hal ganjil. Tidak mungkin, karena ada banyak ambulans dan hal itu menandakan ada banyak mayat dengan diperkuat oleh kantung-kantung mayat yang berarti orang-orang yang mencoba menyerang Kyuhyun-lah yang kalah. Semoga hipotesis Aeyeon tidak meleset. Dan di sinilah Aeyeon berada, duduk termenung di atas kursi kayu sambil menatap air jernih sungai han. Terdengar derap langkah seseorang dari belakang. Semakin mendekat, mendekat ke arah Aeyeon berada. Setelah memastikan derap langkah itu tak terdengar lagi. Aeyeon membalikkan badannya dan menemukan sesosok pria jangkung tengah menunjukkan seringaiannya. Pria jangkung itu menodongkan sebuah pistol ke arah Aeyeon dan menarik platuknya tanpa mengeluarkan sebuah suara. Aeyeon merasakan penglihatannya mengabur karena merasa terbius oleh tembakan tadi, dia hanya melihat bayangan pria yang masih memegang pistol itu. Pria yang dikenal Aeyeon, Wu Yi Fan alias Kris Wu.

….

At RAF Menwith Hill – United States

Sinar matahari memaksakan Kyuhyun untuk membuka kelopak matanya. Sudah pukul 07.15 dan perut Kyuhyun mulai meronta. Dengan berat hati pria jangkung itu melangkah ke dalam kamar mandi di dalam ruangan kerjanya atau lebih akrab di sebut sebagai hotelnya. Kyuhyun membasuh wajahnya beberapa kali sembari menatap kaca besar di depannya.

“Siapa kau? Apa kau seorang manusia? Kau seperti seorang malaikat. Tetapi, menurutku kau lebih pantas di sebut sebagai seorang pembunuh. Kau pembunuh, Cho Kyuhyun” gumam Kyuhyun menatap dirinya di cermin.

….

“Kalau kau berniat untuk meminta cuti, aku tak akan mengizinkanmu Marcus Cho” ujar Russel William yang merupakan atasan Kyuhyun.

“Kau harus mempertimbangkannya, aku harus menyelesaikan sekolahku di Seoul” kata Kyuhyun dengan menggunakan bahasa Korea yang dimengerti oleh Mr Russel karena di telinganya terpasang alat penerjemah. Semua orang yang bekerja disini rata-rata menggunakan alat ini untuk berkomunikasi.

“Baiklah, asalkan kau harus menyelesaikan kasus Kris Wu itu” jelas Mr Russel yang disanggupi oleh Kyuhyun.

“Pasti, akan saya selesaikan secepatnya”.

….

Kyuhyun berjalan gontai ke arah parkiran mobil di gedung ini. Menatap mobil sport miliknya tanpa harapan. Karena harapannya saat ini bukanlah uang yang berlimpah ataupun jasad Kris Wu, tetapi bertemu dengan Aeyeon. Kyuhyun merindukan gadis itu. Tiba-tiba Kyuhyun tersenyum jahil ketika mendapatkan sebuah idea. Dia mengeluarkan handphone biru tipis miliknya kemudian ber-selca dan dilampirkan dalam bentuk MMS kemudian mengirimkannya kepada Aeyeon dengan tak lupa mengetik beberapa kalimat.

To: Pabo-Ae

Lihat, ini peningkatan ketampananku saat ini.

Aku ingin melihat selcamu hari ini!

Tak lama kemudian Kyuhyun merasakan handphone-nya bergetar menandakan ada sebuah pesan yang masuk. Terpapar nama Aeyeon di layar handphone milik Kyuhyun, tak sampai seperkian detik nafas Kyuhyun tercekat.

From: Pabo-Ae

Kau ingin melihat gadismu hari ini? Inilah dia.

Datanglah ke Seoul, datang ke kuburanmu.

Melihat MMS balasan dari Aeyeon yang menampilkan sebuah foto gadisnya yang duduk dan diikat oleh sebuah tali dengan kencang memperlihatkan kulitnya yang memerah karena peredaran darah yang terhambat. Kyuhyun menggeram kesal, khawatir akan keadaan Aeyeon tanpa pikir panjang Kyuhyun langsung berlari ke arah mobilnya dan membanting stir melajukannya dengan cepat ke halaman belakang Menwith Hill yang cukup jauh untuk kembali ke Seoul dengan pesawat jet.

“Tunggu aku Wu Yi Fan, bersiaplah menanti pencabut nyawamu ini” gumam Kyuhyun.

….

At Federal Bureau of Investigation Office, Gyenggi-do

Setiba di Seoul, Kyuhyun langsung disambut oleh sahabatnya Shim Changmin. Mereka berdua langsung menaiki mobil milik Kyuhyun yang memang sengaja ditinggalkan di halaman parkir gedung FBI Office di Gyenggi. Kyuhyun mengemudikan Lamborghini Aventador LP700-4 Roadster dengan daya 700hp yang mampu menempuh 217 mil per jam. Changmin yang merupakan hacker terpercaya di FBI membantu Kyuhyun untuk melacak keberadaan Aeyeon.

“Jadi, apa yang kau temukan Shim-Chang?” tanya Kyuhyun dengan tatapan lurus kedepan.

“Yang kutemukan tentunya bukan sebuah jalan buntu” jawab Changmin masih sibuk berkutat dengan benda mungil semacam GPS Tracking yang seperti penyadap.

“Kalau begitu di mana posisi Aeyeon?” tanya Kyuhyun to the point.

“Di sekitar pantai Haeundae, Busan” ujar Changmin yakin.

“Okeh, kencangkan seatbelt-mu” kata Kyuhyun dan langsung menancapkan gas.

….

At Someplace, Busan

Penglihatan Aeyeon sedikit buyar menatap keadaan sekitarnya. Pusing yang melanda kepalanya membuat Aeyeon separuh sadar. Butuh waktu untuk merileks-kan keadaannya karena pengaruh bius yang diterimanya. Setelah ‘nyawa-nya’ telah terkumpul kini dia tersadar akan hal pertama yang terpikirkan, dia berada di tempat yang tak seharusnya. Ruangan yang terlihat elit namun memiliki kesan menyeramkan. Ada sebuah kolam renang yang tepat berada di depan mata Aeyeon. Jika kursi yang di dudukinya didorong kedepan, maka tamatlah nasib gadis itu. Badan gadis itu diikat lengkap dengan mulut gadis itu yang ditutup dengan sebuah kain putih sehingga gadis itu tak dapat mengeluarkan suaranya. Tak lama seorang pria yang menggunakan kemeja hitam dengan lengannya yang dilipat sampai siku muncul dari pintu yang berada di belakang Aeyeon. Walaupun gadis itu tak dapat melihat pria yang berada di balik punggungnya, dia tahu siapa itu. Tentu saja Kris Wu. Pria itu menyentu pundak Aeyeon dengan sebuah pisau lipat. Memainkan pisau itu dileher Aeyeon, membuat gadis itu bergidik ngeri. Kris membuka ikatan kain yang ada di mulut Aeyeon.

“Do you like fresh-blood, ?” tanya Kris Wu berbisik di daun telinga Aeyeon, membuat gadis itu menelan ludah.

“Stay away from me!” bentak Aeyeon memalingkan wajahnya kearah yang berlawanan.

“Ouch, i really scary” kata Kris Wu berpura-pura ketakutan. Tak lama dalam satu sentakan Kris menarik rambut Aeyeon ke belakang, sehingga kini gadis itu terpaksa menatap wajah Kris Wu dengan geram.

“Masuklah dalam permainanku dan kau akan kubiarkan tetap hidup” ucap Kris setengah berbisik tetapi mampu ditangkap oleh pendengaran Aeyeon. Setelah itu Kris mengeluarkan sebuah benda tipis dari saku celananya. Benda itu adalah handphone Aeyeon. Dia membuka app contact kemudian menekan tombol call. Tak lama ada suara seseorang di seberang, suara yang selalu terekam di memori Aeyeon.

“Marcus Cho, wanna lunch with me? I have spectacular menu. Fresh blood from son of one government minister South Korea” ucap Kris sembari memainkan ujung pisaunya di atas permukaan wajah Aeyeon.

“Stop!! Don’t you dare touch my girl!” suara Kyuhyun yang membentak terdengar dari I-Phone milik Aeyeon. Dan setelah mendengar kalimat itu, kini sambungan telefon langsung diputus oleh Kris. I-Phone milik Aeyeon dilemparkan sembarang ke dalam kolam renang. Setelah itu Kris langsung berjalan meninggalkan Aeyeon sendirian dengan sebelumnya tak lupa membekap mulut Aeyeon kembali.

“Syukurlah kau masih hidup Hyun. Hipotesisku tidak meleset” gumam Aeyeon sembari meneteskan air matanya yang terus mendesak turun.

….

On the road – Kyuhyun car

Suasana di dalam mobil Kyuhyun sungguh mencekam setelah Kyuhyun menerima telefon dari Kris. Kini emosi Kyuhyun benar-benar telah di ambang batas. Apapun yang menyangkut tentang gadis itu, maka dia tak akan membiarkannya lolos.

“Pertigaan belok kiri” kata Changmin singkat. Dia mengerti akan mood sahabatnya itu. Mobil yang dikemudikan oleh Kyuhyun diparkir begitu saja ketika menemukan sebuah bangunan mewah yang terhalang oleh sebuah tembok tinggi. Terkesan elit dengan memamerkan design Italy. Kyuhyun turun dari mobil dan langsung berlari ke arah gerbang utama rumah itu. Ada 3 penjaga bersenjata yang berjaga, Kyuhyun langsung menembakkan peluru panas ke arah mereka. Setelah berhasil masuk, kini Kyuhyun disambut oleh kurang lebih 11 orang suruhan Kris Wu.

“Well, inilah pemanasan yang cocok” gumam Kyuhyun dan langsung menghajar orang-orang itu dengan kemampuan bela dirinya. Ketika salah satu dari mereke menodongkan pistol ke arah Kyuhyun, tiba-tiba pistol itu terpental dari genggaman orang suruhan Kris karena tembakan dari Changmin.

“Biarkan aku yang habisi mereka” kata Changmin yang kini tengah mengambil kuda-kuda. Kyuhyun tersenyum miring kemudian memberikan sebuah senyuman miring, tanda setuju. Dengan cepat Kyuhyun meninggalkan tempat itu dan langsung mendobrak masuk ke dalam rumah mewah berwarna putih gading. Mencari-cari keberadaan Aeyeon, itulah tujuan utamanya. Rumah yang cukup luas itu membuat Kyuhyun kelelahan, mengatur nafasnya yang memburu. Tiba-tiba dia teringat sesuatu, ada kolam renang. Kyuhyun segera berlari ke arah belakang. Dan benar saja, dia menemukan gadisnya tengah tertunduk menatap air. Gadis itu masih diikat dan diawasi oleh Kris Wu yang kini tengah menyeringai menyambut kedatangan Kyuhyun.

“Senang melihatmu Cho Kyu Hyun” ucap Kris menggunakan bahasa korea yang fasih. Kyuhyun menatap nanar wajah pria yang ingin dihabisinya. Tangan Kyuhyun mengepal kuat menunjukkan urat-uratnya.

“Lepaskan gadis itu” kali ini suara Kyuhyun benar-benar terdengar tegas.

“Untuk apa aku melepaskan gadis itu? Tujuanku membawanya disini bukan untuk melepaskannya. Tetapi untuk mengikatnya bersamamu ke dalam neraka” pengaruh alkohol yang ada pada Kris membuat pria itu setengah sadar. Tangan Kris dengan cepat menarik platuk pada pistol yang sedari tadi disembunyikan di balik badannya. Tanpa membuang waktu lagi, Kyuhyun juga langsung melepaskan tembakan ke arah Kris. Tak ada suara tembakan yang dikeluarkan Kyuhyun. Darah menetes dari lengan kanan Kyuhyun. Tetapi kini Kris tergeletak jatuh di lantai karena peluru yang dilepaskan oleh Kyuhyun mendarat mulus di jantung pria China itu.

“Terima kasih atas pistol rancanganmu ini sunbae. Kemampuan meredupkan suara mampu membuat adrenalinku bertambah” kata Kyuhyun sambil menatap tajam wajah pucat Kris.

“Kau.. Kau jangan senang dulu.. Dia akan menyusulku..” ucap Kris terbata-bata dan deng gerakan cepat pria itu mendorong kursi Aeyeon yang berada di sampingnya ke dalam kolam renang. Kyuhyun tak dapat melihat wajah Aeyeon karena gadis itu membelakangi Kyuhyun. Mengabaikan rasa sakit di lengan kanannya, kyuhyun langsung melompat ke dalam kolam dan membuka ikatan tali di badan Aeyeon. Setelah berhasil melepaskan ikatan itu, kini Kyuhyun langsung menggendong Aeyeon ke tepian kolam renang dan langsung di sambut oleh para medis yang di telfon Changmin.

….

Seoul National Hospital

Para pekerja dengan setelan putih berlalu lalang di depan pintu gawat darurat. Aeyeon dalam keadaan kritis, karena kondisinya yang lemah karena peredaran darahnya yang terhambat selama 12 jam lebih dan ditambah lagi tenggelam di dalam kolam, untungnya Kyuhyun berhasil menyelamatkan nyawa gadis itu.

“Kyu, kau perlu istirahat. Biar kami yang menunggu” ucap Ibu Aeyeon prihatin menatap Kyuhyun. Dengan pakaian yang kusut dan lengan kanannya yang dibalut perban membuat pria itu terlihat memprihatinkan.

“Aku tidak akan bisa tenang jika belum..” belum sempat menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba pintu di ruangan UGD terbuka. Dokter yang bertanggung jawab akan gadis itu kini menghampiri mereka.

“Pasien Ahn sudah melewati masa kritisnya, dia perlu istirahat” kata dokter bermarga Park itu. Kyuhyun-pun bernafas lega mendengar penuturan dokter.

….

Three months later – Hannyoung Field

Bulan terang menjadi lampu pada malam ini. Acara rutin perpisahan setiap tahun untuk melepas para muridnya yang akan memasuki kehidupan baru menjadi mahasiswa. Aeyeon dan Kyuhyun kini resmi lulus dari jenjang sekolah menengah atas. Aeyeon menggunakan gaun hitam panjang tanpa lengan sehingga leher jenjangnya terekspos membuat kecantikannya seribu kali lipat bertambah. Gadis itu berbaring di atas rumput hijau lapangan bola bersama Kyuhyun yang juga berbaring di samping gadis itu. Menatap pemandangan bulan yang tersenyum ke arah mereka.

“Apa kau kedinginan?” tanya Kyuhyun dengan tatapan tak lepas dari bulan yang bersinar.

“Apa kau akan meminjamkan jas-mu?” tanya Aeyeon balik. Mereka berdua tidak saling menatap satu sama lain. Merasakan detakan jantung yang saling beradu cepat.

“Jika kau membutuhkannya, maka akan ku pinjamkan” kata Kyuhyun sambil membalikkan badannya menatap Aeyeon.

“Kalau begitu, aku kedinginan dan aku ingin meminjam jas-mu” ucap Aeyeon menatap wajah Kyuhyun penuh minat. Dia ingin merekam moment ini sebaik mungkin. Di bawah bulan purnama disaat prom-nite, bertambah dewasa bersama.

“Aku juga kedinginan” kata Kyuhyun singkat, membuat Aeyeon bergumam tak jelas. Tetapi, tiba-tiba Kyuhyun bangkit berdiri membuat Aeyeon ikut berdiri. Tanpa aba-aba, Kyuhyun langsung memeluk tubuh Aeyeon dari belakang. Berusaha membuat tubuh Aeyeon sehangat mungkin.

“Apa kau masih kedinginan?” tanya Kyuhyun berbisik di telinga Aeyeon. Degupan jantung Aeyeon tak terkendali.

“Apakah separah itu reaksi jantungmu jika berada di dekatku?” goda Kyuhyun, kini wajah Aeyeon memerah karena malu akan reaksi jantungnya sendiri.

“Apa kau tahu 2 hal yang paling ku benci?” tanya Kyuhyun lagi. Aeyeon berpikir sejenak, namun seberapa keras dia berpikir tetap saja kontrol kerja jantungnya akan merusak kinerja otaknya saat ini.

“Ani” jawab Aeyeon singkat.

“Baiklah kalau begitu aku akan memberi tahumu. Hal pertama, aku membenci diriku saat aku tak dapat melihat wajahmu. Hal kedua, aku membenci diriku saat membiarkanmu di sentuh orang lain selain ayahmu tentunya” jelas Kyuhyun masih dengan memeluk Aeyeon dari belakang. Aeyeon terdiam mendengar penjelasan Kyuhyun. Baginya itu adalah pengeakuan seorang pria secara tersirat. Aeyeon mengerti akan penjelasan itu. Kyuhyun tak bisa jauh dari Aeyeon. Dan sepertinya Kyuhyun melihat kejadian saat Yongjae mencium bibir Aeyeon. Ya, pasti itulah maksud Kyuhyun.

“Jadi, ….” ada jeda saat Kyuhyun ingin melanjutkan kalimatnya. Kyuhyun melepaskan pelukannya dan membalikkan badan gadis itu agar menatapnya. Kedua tangan Kyuhyun memegang pundak Aeyeon. Menatap mata gadis itu dalam.

“Bolehkah aku menghapus bekas bibirnya dengan bibirku di bibirmu?” kalimat itu keluar mulus dari mulut Kyuhyun.

“Aku juga mengharapkan hal itu terjadi” kata Aeyeon sukses membuat hati Kyuhyun merasa lega. Aeyeon memejamkan matanya sembari ada sesuatu yang mendarat di bibirnya.

“Apakah aku perlu menyatakan hal itu?” tanya Kyuhyun setelah melepas kecupannya di bibir gadis itu

“Tidak perlu, karena aku tahu kalau kau sangat mencintaiku” jawab Aeyeon santai.

“Aku sudah tahu pasti kau akan mengeluarkan kalimat itu” kata Kyuhyun setengah mencibir.

 

Tanpa memerlukan embel-embel yang manis dan memabukkan, cinta sudah dapat diketahui oleh dua orang yang saling mencintai…

 

To be continue

Advertisements

18 thoughts on “[CHAPTER] TROUBLE – Part 3: Political Turnover

      1. yang pasti ga cuma numpang lewat dong, gantiin kyu aja tuh sementara dia lg berkelana entah kemana seperti kata aeyeon, tp jangan bikin dia jd orang jahat yah, ga rela aku.*(dipelukdonghae)

  1. Oh Wu Sparkling

    Hai eonn, sebelumnya aku udh baca cerita ini di sujuff2010 trus iseng main di blogmu trus baca lagi deh hehe :d
    Kok belum di lanjut sih eonn? Penasaran banget nih. Ternyata politik itu ribet yaa, kejam lagi-.- cepet dilanjut dong eonn udah penasaran bangett T.T
    Semangat ya eon!^-^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s