[CHAPTER] ROLLING WORLD – Part 1

rolling-world© Poster by D.A’Grace Young @Poster Channel

© Writer Farah Vida Karina

Tittle: Rolling World – Part 1 | Author: farvidkar | Genre: Adventure, Colossal, Future, Romance | Cast: Cho Kyu Hyun, Ahn Ae Yeon | Other cast: Kim Myung Soo, Lee Seung Gi and etc | Rating: PG

A/N: Asli buatan sendiri dengan imajinasi yang datang tanpa diundang. Tidak ada maksud lain dengan karakter yang dibuat.

Terkadang hal yang tak masuk akal, akan dapat kau maklumi..

1433, Dinasti Joseon

“Putra mahkota! Menyerahlah! Kita harus balik ke istana!” teriak seorang pria yang memegang kuda hitam dari kejauhan.

“Bisakah kau diam?!” balas seorang pria dari kejauhan. Pria yang dipanggil putra mahkota itu berjalan memasuka daerah terlarang. Semakin jauh, semakin gelap dan hening. Hanya ada bunyi-bunyi aneh yang berasal dari setiap sudut. Hingga muncul bayangan besar dari balik punggung namja itu.

“Huaaaa! Banyak sekali kepalanya!” teriak putra mahkota melihat hewan aneh yang menyibak-nyibakkan sayapnya.

“Rasakan ini!!” Putra mahkota menyerang hewan itu dengan panahnya berkali-kali hingga menancap tepat di salah satu leher hewan itu. Tetapi tiba-tiba hewan itu terbang tinggi ke atas dan membelah diri menjadi dua bagian, dan salah satu bagiannya yang sempat tertancap panah jatuh ke tanah.

“Mwoya?… apakah ini monster?” Kyuhyun bertanya pada dirinya sendiri.

2287, Kuil Selatan, South Korea

“Wah daebak! Ternyata disini masih ada makhluk berwarna hijau” gumam seorang gadis menatap pohon-pohon yang memang jarang ditemui di kota-kota.

“Apa kau ingin menanamnya?” Tanya seorang pria berlesung pipit yang sedari tadi mengekori gadis itu.

“Sebesar itu? Tidak akan muat di kamarku” jawab gadis itu sampai matanya terpaku pada sesuatu yang lewat dengan kencang di sela ranting-ranting pohon raksasa itu.

“Oppa! Apakah kuil ini memiliki pesawat berkepala dua?” Tanya gadis itu polos.

“Tentu saja tidak, bodoh!” pria itu menggeleng-gelengkan kepalanya geli.

“Yak! Terus apa yang kulihat tadi?! Huaaaaa!” dengan cepat gadis itu mengambil kesimpulan, dengan cepat gadis itu menghilang entah kemana.

Anak semata wayang presiden itu berlari-lari tanpa arah hingga dia menemukan sebuah pohon tua dengan akar yang sebesar kepalanya. Bayangan hitam muncul mendekat, gadis itu terus mengamati dari sudut matanya. Hingga sebuah suara memukul gendang telinganya.

“kau orang kedua yang menemukanku. Melewati daerah kekuasaanku berarti kau harus menerima akibatnya”

“Yak! Siapa kau?! Keluarlah kalau berani!!” kini bulu kuduk gadis itu sudah meremang, badannya gemetar. Imajinasi luar biasa menguak membebani isi kepalanya.

“Byulbokja” suara itu terdengar bergema berkali-kali bersamaan keluarnya hewan besar berkepala dua.

1433, Dinasti Joseon

Musim dingin yang mengguncang Joseon tak dapat dihindari. Rakyat mati kelaparan, ditemui dimana-mana. Balai pengobatan menerima banyak pasien, sedangkan tenaga medis terbatas. Raja Sejong, menerima ratusan petisi dari segala penjuru. Di malam yang selarut ini, Sejong masih saja berkutat dengan gulungan-gulungan itu, hingga tak lama pintu kayu di depannya tiba-tiba terbuka.

“Yang Mulia! Lihat apa yang ku temukan!” suara menggemaskan itu membuat sudut bibir semua orang di ruangan itu terangkat.

“Coba ayah lihat apa yang putra mahkota bawa” Sejong-pun berdiri dan mendekati anaknya, penasehat raja yang berada di dalam ruangan juga ikut mengintip isi tas bawaan putra mahkota. Setelah melihat isi bawaan putra mahkota, wajah kedua pria paru baya itu menegang tak kala seperti dihunus sebilah belati.

“A…ada apa dengan wajah Yang Mulia? Apakah ada yang salah?” Tanya putra mahkota dengan wajah bingungnya. Padahal dia sudah bersusah payah menangkap buruannya itu di musim dingin seperti ini.

“Rupanya diumur 16 tahunmu ini, kau masih perlu belajar putra mahkota” raja Sejong memandang anaknya dengan penuh pertimbangan.

“Uhsok, bawa guru ilmu ramal sekarang juga!” suara kemarahan raja Sejong menggelegar. Orang yang disebutkan namanya tadi merupakan asisten pribadi raja Sejong langsung melesat pergi dari ruangan itu.

…..

2287, President Built South Korea

Percaya atau tidak zaman telah berubah, tak ada lagi cara manual. Manusia dimanjakan oleh kemajuan teknologi. Benda berjalan yang tidak memiliki perasaan dapat diandalkan. Hal inilah yang membuat manusia pada zaman ini tergolong pemalas.

“Lucky! Tampilkan layar!” suara seorang gadis kecil menggema di ruang kosong itu. Dan dalam hitungan detik, di ruangan yang terlihat kosong itu muncul layar ultra HD otomat yang hanya dapat dikendalikan oleh pemiliknya yang sudah tersetting otomatis melalui DNA.

“Menu ditampilkan, hari yang cerah nona Ahn” layar berubah menampilkan ribuan menu dan submenu, layar transparan itu adalah teknologi canggih keluaran tahun 2200-san yang diciptakan oleh ilmuwan asal Jerman dan sudah terjual bebas dipasaran.

“Tampilkan peta gedung ini, lacak semua orang di dalamnya” perintah gadis itu, dan setelah apa yang dicarinya sudah ditemukan, gadis itu lantas mengatur strategi.

“Lucky-ku tersayang, nyalakan mode hening, sambungkan ke earset, nyalakan gps, susutkan layar. Kita akan berkelana arraseo?”

“Perintah dijalankan”

…..

1433, Dinasti Joseon

Cho Kyuhyun, sang putra mahkota itu tertunduk lesu. Dia dihukum karena memanah burung elang suci berkepala empat milik kuil selatan. Kyuhyun terus saja memikirkan perkataan guru ilmu ramal “matahari yang redup semakin redup, cahayanya terserap di tempat yang jauh. Jangan berada di bawah bulan, lawanlah kata hatimu putra mahkota”.

“Hah, matahari yang redup semakin redup? Mungkin akan hujan” gumam Kyuhyun mengambil kesimpulan sendiri. Sedangkan Myungsoo yang merupakan pengawal pribadi putra mahkota menahan tawanya di sudut kamar.

“Cahayanya terserap di tempat yang jauh.. mungkin akan muncul pelangi. Hahaha! Dasar pria tua! Berpura-pura pintar di depanku menggunakan kata-kata kiasan untuk anak berumur 7 tahun!” tawa Kyuhyun meledak sembari mengeluarkan emosinya.

“Apakah putra mahkota berpikir itu terlalu mudah?” Tanya Myungsoo berusaha senormal mungkin. Pria bermata sipit itu adalah salah satu pengawal kerajaan terbaik. Berwajah dingin, tetapi sangat hangat.

“Tentu saja! Dengan wajah tertutup-pun akan mudah terpecahkan” Jawab Kyuhyun membanggakan dirinya. Para dayang yang berdiri di balik pintu mencoba mencuri dengar pembicaraan putra mahkota yang terkenal dengan ketampanannya.

“Apa yang mulia belum pernah mendengar yang namanya kitab kuno Byulbokja?”

…..

2287, President Built South Korea

Dengan mengenakan baju ketat serba hitam yang tertempel hologram (aplikasi yang menghubungkannya dengan Lucky) serta mengenakan topi dan kacamata hitam, Ahn Aeyeon mengendap-ngendap di antara atap dan plafon baja dengan alasan untuk menghindari pengawal-pengawal yang kini sedang kelimpungan mencari anak presiden yang kabur itu. Setelah yakin tak ada orang yang terlacak lewat GPS, Aeyeon merusak plafon tebal yang terbuat dari baja itu dengan laser, membuat bulatan yang bisa mengeluarkannya dari tempat pengap itu. Hingga kedua kakinya berhasil menginjak latai yang nyatanya telah tersetting dengan pengaturan pengamanan ketat milik gedung biru itu, menimbulkan bunyi alarm ke seluruh penjuru tempat.

“Nona Ahn!” suara khas milik seorang pengawal pribadi Aeyeon, Lee Seunggi.

Mianheo oppa-ya! I love you so much!” setelah menyelesaikan kalimatnya itu, Aeyeon langsung menyalakan mode skeatboard yang muncul entah dari mana asalnya. Gadis itu melenggang pergi meninggalkan pengawal bermarga Lee dengan sudut bibir yang terangkat.

“Nona Ahn! Nona Ahn! Yak anak nakal!” suara pria tampan itu menggelegar, mengundang perhatian orang-orang. Para pengawal yang merupakan bawahannya itu datang mendekat dengan tergesa-gesa.

“Yak jangan menatapku seperti itu! Kejar nona Ahn itu sekarang juga!” perintah Seunggi pada anak buahnya. Setelah itu dia mengacak-acak rambutnya geram membuat pria jangkung itu bertambah menarik di mata para wanita gedung biru. Menyadari dirinya menjadi pusat perhatian pegawai-pegawai wanita lantas pria itu berjalan dengan arah yang berlawanan menjauhi tempat itu.

…..

1433, Dinasti Joseon

Kyuhyun memastikan tak ada orang yang tahu bahwa kini dia sedang memegang kitab kuno terlarang itu. Di temani Myungsoo yang baru saja disuruhnya mencuri kitab Byulbokja. Mereka berdua memandang kitab tua itu, menimbang-nimbang kembali kegiatan yang sudah terencana sejak awal.

“Aku tidak yakin akan membaca kitab ini… memegangnya saja membuat tanganku melepuh” suara Myungsoo serak, membuat semangat Kyuhyun yang sedari tadi berkibar kini menciut.

“Hei! Jika aku tidak membaca isi kitab ini, maka aku akan mati penasaran seumur hidup! Tapi kau yakin-kan kalau kata-kata dari guru ilmu ramal itu berasal dari kitab ini?” Tanya Kyuhyun sembari menggulung kain katun putih itu untuk melapisi tangannya.

“Aku sangat yakin putra mahkota, kan sudah pernah kuceritakan kalau ibuku bekerja di kuil itu. Ngomong-ngomong apa yang putra mahkota lakukan dengan benda itu” mata Myungsoo menatap aneh tangan putra mahkota yang terbalut kain.

“Kau bilang tanganmu melepuh hanya karena memegang kitab itu. Aku tidak ingin tangan putihku yang mulus ini meninggalkan luka sedikitpun” jelas Kyuhyun dengan wajah datarnya.

“Baiklah mari kita mulai…” Kyuhyun membuka selembar demi selembar, kitab tebal itu hanya berisi kata-kata kiasan yang membahas matahari, bulan, hingga sesuatu yang berat untuk dipikirkan. Hingga di pertengahan halaman dia berhenti.

“Yak Kim Myungsoo!! Kau bilang tanganmu melepuh hanya karena memegang kitab ini?” bentak Kyuhyun penuh selidik sambil memposisikan tangannya menopang dagu.

“I… iya…. ta..tapi..” jawab Myungsoo terbata-bata sambil mengacak-acak rambutnya gusar.

“Kenapa tanganku tidak melepuh!? Padahal aku sudah memegang buku ini hampir dua jam!, seharusnya menimbulkan panas, atau apalah itu.” Kata Kyuhyun menatap Myungsoo tajam.

“tapi yang kumaksud itu hanyalah kata-kata kiasan putra mahkota.. seperti suatu ibarat” jelas Myungsoo meniru salah satu guru yang mengajar putra mahkota.

“Ckckck.. orang-orang ini… eh, myung! Coba kau lihat kalimat ini sama persis seperti yang dikatakan guru ilmu ramal!” Kyuhyun kini kembali ke aktivitas awalnya, membaca serius kitab itu hingga akhir. Sedangkan Myungsoo tertidur dengan posisi terduduk.

Dingin yang menusuk akan terpantulkan bulan dengan genggaman erat memasuki kehampaan menembus kematian… kata-kata macam apa ini!” gumam Kyuhyun sambil merutuki penulis kitab aneh itu. Tetapi hatinya terasuki sesuatu yang mendorongnya untuk berjalan ke luar. Kyuhyun ingin melihat bulan.

“Oh, putra mahkota sudah selesai membaca.. kau mau ke mana?!” Myungsoo langsung mengumpulkan tenaganya dan bergerak cepat mengejar Kyuhyun yang berjalan diam ke arah pintu. Tanpa menimbulkan derap langkah kaki.

“Hey putra mahkota… jika kau menghilang, kepalaku akan dipenggal!” lagi-lagi myungsoo mengomeli putra mahkota, tentu dengan suara yang berbisik-bisik.

“Aku hanya ingin melihat bulan.. kau harus menemaniku” Myungsoo terdiam, ada apa dengan putra mahkotanya ini. Biasanya jika Myungsoo mengomel, Kyuhyun akan langsung menendang bokong pengawalnya itu. Hingga tiba di jembatan panjang yang menghubungkan bangunan istana dengan taman luas, Kyuhyun berdiri mematung menatap bulan dan bayangannya bergantian. Hening tercipta di antara kedua anak laki-laki itu, hingga gumaman Kyuhyun terdengar.

“Dingin yang menusuk akan terpantulkan bulan dengan genggaman erat memasuki kehampaan menembus kematian” gumam Kyuhyun hampir tak terdengar oleh pengawalnya itu, tetapi tentu saja Myungsoo masih bisa menangkapnya.

“Dingin yang menusuk.. akan terpantulkan bulan.. dengan genggaman erat memasuki kehampaan menembus…. kematian” ulang Myungsoo yang ikut menatap bulan kemudian menatap bayangan yang tiba-tiba menghilang.

“APA!! Ahhhhhh…….” jeritan Myungsoo kini tak terdengar lagi. Kedua namja itu menghilang.

…..

2287, On the street South Korea

Dengan menjalankan mobil berbahan bakar matahari itu, Aeyeon melaju pesat tanpa memperhatikan sekelilingnya. Udara yang bersih tanpa polusi di Seoul, bangunan megah yang serba modern, mobil yang bisa terbang yang hanya ada di imajinasi awal tahun 2000-an pun bukan hal aneh yang patut dipertanyakan. Hologram dinyalakan, layar menampilkan wajah kesal Seunggi.

“Yak bocah tengik! Kau bilang akan pergi bersamaku! Padahal kau sudah berjanji dan mengatur rencana dengan baik!” omel pria 20 tahun itu, sedangkan yang diomeli malah asik senyum-senyum sendiri.

Oppa-ya… apa kau sedang menggodaku dengan memamerkan lesung pipimu? jangan banyak bicara jika kau tidak bermaksud begitu” kini Aeyeon menggoda pengawal tampan yang sudah tunduk di bawah kendali Aeyeon.

“Yak! Kenapa kau membuatku pusing hah! Di mana kau sekarang?” Tanya Seunggi geram.

“Jalan. Oppa datanglah ke museum Seoul, aku tunggu okeh!”

…..

2287, Museum Seoul South Korea

Kini menunjukkan pukul 22.00 artinya museum telah tutup. Parkiran-pun terlihat kosong jika hanya dilihat dengan mata telanjang. Ahn Aeyeon memiliki mobil canggih yang bisa tidak kasatmata. Gadis itu sesekali memeriksa keadaan sekitar untuk memastikan.

“Anak nakal!” Aeyeon sudah tau pasti siapa yang memanggilnya dengan nickname itu.

Oppaku tersayang, mari kita bekerjasama” ucap gadis itu pura-pura bersikap manis.

“Jadi, kali ini apa yang akan kau lakukan nona muda yang terhormat” Seunggi memamerkan lesung pipitnya seraya membungkuk 90 derajat.

“Hahaha, oppa kau ingat ceritaku saat kita berada di kuil selatan?” tentu saja Seunggi ingat, pria itu hampir saja ditembak mati jika anak presiden itu tidak pulang dengan selamat. Seunggi mengangguk.

“Aku akan mencuri kitab Bulbogi itu!” kata Aeyeon serius, tetapi tawa Seunggi pecah sambil menahan perutnya yang sakit.

Bulbogi atau Byulbokja?” ulang Seunggi berusaha mengejek.

“Lupakan! Yang penting kita harus berhasil arraseo?”. Merekapun memanfaatkan kemajuan teknologi yang dimilikinya untuk membobol masuk ke dalam museum. Aeyeon kali ini harus berterima kasih pada pengawal terbaik kepresidenan. Setiba di depan kitab Byulbokja yang dilindungi oleh kaca tinggi dan tebal itu, Aeyeon langsung mencoba menghancurkan pembatas itu, tetapi tangan Seunggi lebih cepat darinya.

“Kau harus baca ini dulu” ucap Seunggi kemudian menekan tombol bulat yang kini menampil beberapa paragraph di kaca yang ternyata dihubungkan dengan hologram entah jenis apalah itu. Paragraph per paragraph dibaca Aeyeon dengan seksama, hingga gadis itu mengoceh sendirinya.

“Ah, putra mahkota sialan! Awas kau cho cho siapalah itu! Jika bertemu nanti akan ku cabik-cabik kau!” oceh Aeyeon sambil menatap tajam Seunggi yang berdiri mematung di sampingnya.

“Kenapa kau menatapku begitu? Aku Lee Seung Gi bukan putra mahkota yang kau maksud”

“Cepat hancurkan kaca ini, aku ingin membaca isinya” perintah Aeyeon, dengan segera Seunggi merusak system keamanan museum dan dengan mudahnya mendapatkan kitab itu.

“Baca disini saja, supaya akan langsung ku kembalikan agar tidak ada kekacauan” kata Seunggi yang kini tengah duduk di sudut tiang sambil memainkan layar hologramnya.

Ye chagiaa..” ucap Aeyeon manja. Sudah dua jam gadis itu berkutat dengan kitab aneh itu, setiap kalimat per kalimat yang dibacanya pasti membuat alis gadis itu terangkat, bibirnya yang seolah mengejek, atau jidatnya mengkerut. Hingga akhir di bacaan gadis itu menerawang.

“Apakah benar putra mahkota dan pengawalnya itu menghilang karena mengucapkan mantera di kitab ini” gumam Aeyeon. Gadis itu menatap cahaya bulan yang menembus kaca gedung ini, kemudian menatap bayangannya sendiri.

“Dingin yang menusuk akan terpantulkan bulan dengan genggaman erat memasuki kehampaan menembus kematian” dan dengan sekejap gadis itu menghilang. Seunggi yang sedari tadi pura-pura tidur langsung terbelalak, pasalnya dari tadi dia memejamkan mata dan hanya mendengar gumaman Aeyeon.

“Aish ada apa sebenarnya ini!” erang Seunggi kemudian melihat buku yang terbuka dengan halaman terakhirnya. Seketika dia tertawa terbahak-bahak.

“Yang benar saja, hanya dengan melihat bulan, melihat bayangan, kemudian mengucapkan ‘dingin yang menusuk akan terpantulkan bulan dengan genggaman erat memasuki kehampaan menembus kematian’ ahhhk!!” Seunggipun ikut menghilang.

Cerita belum berakhir…

2014, Seoul South Korea

Apa kau pernah melihat secara langsung sebuah kain melayang-layang di udara? Apakah aku yang mengendalikan kain-kain itu? Secara dramatis ada sebuah benda aneh datang menuju ke arahku, tepat kearah wajahku.

Ige wmoya?!” teriak Kyuhyun sambil menyentuh sesuatu sebuah kotoran burung yang jatuh tepat di wajahnya.

“Putra mahkota… apakah ini benar kau?” suara Myungsoo terdengar dari belakang Kyuhyun.

“Tentu saja aku putra mahkota! Apa-apaan kau Kim Myungsoo” jawab Kyuhyun sambil membersihkan wajahnya yang tampan itu.

“Cepat sekali kau tumbuh besar! Wah!!” kini Myungsoo heboh melihat putra mahkota yang dulunya 16 tahun kini berubah menjadi pria berumur 26 tahun.

“Apa maksudmu?” Kyuhyun mengerutkan alisnya. Pakaian yang dikenakannya robek karena ukuran yang kekecilan.

“Coba lihat ini! Ini! Ini! Dan ini!” Myungsoo menunjuk baju, lengan, kaki, dan wajah Kyuhyun dengan telunjuknya. Dan tak lama Kyuhyun menjerit hingga menimbulkan perhatian orang-orang yang berada di sekitar mereka.

Huaaaaa! Wuanjeong daebak! Sihir macam apa ini! Apakah ini nyata!? Tetapi, kenapa hanya aku yang berubah? Dan bau apa ini?!” Kyuhyun terus saja mengoceh dan mengeluarkan pertanyaan yang membuat telinga Myungsoo kewalahan.

“Entahlah, mungkin matahari mengutukku karena telah banyak kali menumpahkan darah” gumam Myungsoo menerawang, sedangkan Kyuhyun malah memainkan tumpukan sampah yang berada di sekeliling mereka. Hingga muncul segerombolan gadis berseragam histeris ingin menelan mereka hidup-hidup.

Omoo! Kyuhyun oppa!! Kyuhyun oppa!!! Saranghe oppaya!!!!!

“L oppa!! L oppa! Kau tampan sekali!!! Kyaaa” Gadis-gadis itu terus saja memotret dan sesekali mendekati kedua pria tampan itu untuk melakukan skinship. Dengan tampang bodohnya Myungsoo mengeluarkan pedang dan mengambil ancang-ancang untuk melindungi putra mahkota.

“Jangan mendekat! Kalian makhluk asing menjauhlah dari putra mahkota” ujar Myungsoo mencoba melindungi Kyuhyun. Gadis-gadis itu makin histeris melihat tingkah kedua pria itu.

Oppa! Kau keren sekali memegang pedang itu!!”

Oppa!! Kalian sedang syuting apa??!!”

“Kyuhyun oppa!! Pakaianmu lucu sekali!!” Kini Kyuhyun sudah tidak tahan dengan ulah gadis-gadis yang terus mengganggunya. Menyodorkan benda kotak yang mengeuarkan kilatan ke wajahnya, menarik-narik hanbok kerajaannya, dan apa yang mereka katakan? Sangat tidak sopan memanggil putra mahkota hanya dengan nama saja.

“Kalian akan ku hukum pancung jika terus-terusan memperlakukan putra mahkota Joseon seperti ini! Dan kau rambut mentega, buang benda kotak itu! Bagaimana jika aku mati dengan cahaya kilat itu?!” Kyuhyun merebut pedang yang sedari tadi bertengger gagah dalam genggaman Myungsoo kemudian mengarahkannya ke arah gadis-gadis yang menatapnya penuh minat.

….

Di lain tempat, entahlah apa yang kau lihat saat ini. Tidak terasa udara sama sekali. Mataku tidak dapat melihat dengan jelas. Hanya terlihat siluet gelembung-gelembung kecil perlahan naik ke atas. Kubuka mulutku, perlahan sesuatu membanjiri tenggorokanku. Tersadar apa yang terjadi, akupun lantas berusaha mengejar arah perginya gelembung itu.

“Huekk..” tubuh Aeyeon basah. Gadis itu mencoba mengeluarkan air yang tak sengaja ditelannya. Masih tak bergeming dari tempat itu, tiba-tiba sesosok pria dengan wajah familiar muncul dari permukaan air di sebelahnya.

“Huaaa! Aku kira kita sudah berada di surga” suara pria itu tidak mengagetkan Aeyeon. Sudah dapat di duga olehnya kalau pria bermarga Lee itu pasti akan mengikutinya hingga masa jabatan ayah gadis itu berakhir, mungkin.

“Ya, dan rupanya kita terdampar di neraka” ucap gadis itu sambil melirik daerah sekitarnya. Pohon-pohon cherry blossom kini berubah warna menjadi merah muda. Bangunan di sekitarnya masih terlihat kuno. Bahkan masih bisa ditemui sebuah tiang yang diatasnya terhubung dengan tali panjang yang disebut kabel. Gadis itu pernah membaca dalam buku sejarah, bahwa kondisi pada awal tahun dua ribuan masihlah sangat jauh tertinggal.

“Oppa, coba kau lihat itu. Bukankah baju mereka terlihat seperti yang ada dalam museum?” gadis itu memperhatikan seorang pria berseragam yang kini mendekati mereka berdua. Pria paru baya yang ditunjuk Aeyeon memasang wajah menyeramkan sambil berdiri di ujung pagar pembatas.

“Hei kalian berdua! Cepat keluar dari sungai! Apa kalian sedang mencari sensasi?!” dua orang yang berasal dari dunia masa depan itu hanya memasang tampang bodoh. Mereka menahan tawa mendengar dialek aneh dari pria tua yang berasal dari Busan itu.

“Aku rasa kita berada pada awal tahun dua ribu” gumam Seunggi.

….

1433, Dinasti Joseon

Terlalu pagi bagi penghuni kerajaan ini untuk mendapatkan kabar buruk. Seluruh pengawal kerajaan di kerahkan untuk mencari putra mahkota. Begitu pula seluruh cenayang sedang melakukan ritual bagi keselamatan sang putra mahkota. Seluruh rakyat daehan mingguk tercengang atas menghilangnya anak semata wayang raja Joseon yang agung. Hingga pagi hari ini sudah banyak orang-orang yang berkumpul dibihara, dari semua kalangan ikut larut dalam kesedihan.

“Yang mulia, aku ingin mengunjungi pangeran Hyoryeong di kuil luar istana. Aku ingin berdoa untuk keselamatan anakku” suara halus milik permaisuri Shim atau yang lebih dikenal dengan julukan Ratu Soheon membuyarkan lamunan raja Sejong. Pria terpelajar itu menatap istrinya dengan tatapan yang sulit dijelaskan.

“Aku tak akan membiarkanmu pergi sendirian ke luar istana” ucap raja Sejong yang langsung memerintahkan Uhsok untuk menyiapkan kereta menuju kuil tempat saudara kandungnya itu tinggal sebagai seorang biksu. Dia tak akan membiarkan istrinya berdoa sendirian demi keselamatan anak mereka berdua. Pria yang mendapati julukan Raja Sejong yang agung itu adalah pria bijaksana, dan sangat pandai. Dia telah mencipkan hangul, dan menjadikan anaknya yaitu putra mahkota Sejo atau yang memiliki nama asli Kyuhyun sebagai murid pertamanya.

….

2287, President Built South Korea

Pengamanan diperketat, para pengawal beserta tentara di turunkan untuk melacak keberadaan anak dari Ahn Jun Pyo. Bukan dengan menggeledah setiap jengkal ruangan yang seperti kita temui pada tahun awal dua ribu, melainkan mengaktifkan detector dengan menggabungkan DNA gadis itu yang tersimpan. Adapula cara baru, yaitu dengan mengambil sempel udara yang pernah dilewati gadis itu kemudian memasukkannya ke dalam tabung yang belum diberi nama. Masih berupa penemuan baru oleh ahli South Korea.

Presiden Ahn beserta istrinya tak bisa terus menunggu di dalam ruangan yang berlapisi kaca itu. Dari layar hologram yang menyala itu sedari tadi hanya menampilkan pergerakan yang dilakukan anak buahnya di tempat penyelidikan. Dua jam menunggu, akhirnya president Ahn bangkit dari tempat duduknya kemudian menyambungkan layar ultra HDnya itu ke Department Pertahanan Negara.

“Perintahkan untuk menutup akses darat, laut, maupun udara. Hubungi intejen yang ada di semua negera untuk mencari anakku”.

To be continue

PS: Entahlah kenapa otak ini memaksakan kehendaknya untuk berpikir maju maupun mundur. Ada banyak suka duka dalam menulis fanfict ini. Judulnya aja ‘Rolling World’, dan yang terjadi pada diriku ‘Rolling Think’. Untuk memikirkan apa yang terjadi pada tahun 1433 tidak sulit-sulit banget, karena sudah pernah dialami oleh pendahulu kita. Nah titik berat mengarah pada tahun 2287 yang masih jauh dari prediksi kita semua. Yang saat ini pesawat terbang udah ‘wah’ dimata anak kecil, maybe di masa yang akan datang monyet terbang ‘udah biasa’ bagi bocah-bocah ajaib.

© Penulis Farah Vida Karina

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s