[CHAPTER-9] BEAUTIFUL LIAR

beautiful-liar

© Poster by @farvidkar

Tittle: Beautiful Liar – Part 9 | Author: farvidkar | Genre: Action, Crime, Romance | Main Cast: L Kim / Kim Myung Soo, Bae Suzy/ Ahn Suzy/ Stephani Ahn | Other cast: Kim Soo Hyun, Kim Kai/ Kim Jong In, Byun Baek Hyun/ Bernard Byun, Shim Changmin/ Charles Shim, Zelo/ Steven Choi, Lee Seung Gi, Ahn Jae Hyun/ Michael Ahn and etc | Rating: PG-17

 

A/N: Asli buatan sendiri dengan imajinasi yang datang sendirinya. Tidak ada maksud lain dengan karakter yang dibuat. Jika terdapat kesalahan dalam penulisan harap dimaklumi.

 

The last part [Part 1] [Part 2] [Part 3] [Part 4] [Part 5] [Part 6] [Part 7] [Part 7 +Hidden] [Part 8]

 

“Apa kau pernah merasakan berada di taman bunga soba di bawah lampu temaram bersama seseorang yang kau cintai? Dalam semenit kau merasakan cintamu semakin tumbuh bersama bunga itu. Semenit kemudian kau mengetahui kalau sekarang bunga yang ada disekitarmu layu karena diinjak oleh orang yang kau cintai. Padahal bukan kau yang menanam bunga itu, tetapi rasa sakitnya seperti jantungmu mati terinjak” Suzy tidak bergeming, otaknya mencerna cukup lama hingga ia menyadari kalau secara tidak langsung itu merupakan sebuah pernyataan cinta.

“Yak! Kau suka padaku? Hahahaha” Suzy tidak tahan lagi hingga tawanya pecah. Kali pertama L melihat gadis itu tertawa didepannya.

“Pakek nanya lagi” L langsung melepas pelukannya dan masuk ke dalam. Ia masih mendengar gadis itu terkekeh di belakang mengikutinya masuk.

“Sejak kapan?” Suzy masih menahan tawa. Ia tak menyangka selama ini L serius menyukainya dan hal itu dianggapnya lucu.

“Entahlah, hanya tiba-tiba saja aku mulai menyukaimu” Suzy mengangguk. Ia tak tahu harus berkata apa. Apakah ia perlu menghibur pria itu dengan mengatakan ‘kau cukup tampan dan aku bisa mempertimbangkanmu menjadi kekasihku’ atau dia harus berkata jujur ‘aku tidak tertarik dengan pria yang terlalu tampan sepertimu, kau terlalu menakutkan’.

“Kenapa harus aku? Padahal di Seoul banyak gadis-gadis cantik. Mungkin Seolhyun, Hani, dan siapa tuh member Twice yang orang Cina?”

“Tzuyu”

“Ya, dan mungkin Tzuyu akan langsung menerima ajakan kencanmu” lanjut Suzy. Ia melepas lensa kontaknya kemudian menggantikannya dengan kacamata.

“Aku tidak tertarik dengan selebriti. Aku jarang nonton televisi” Suzy mengangguk, ia bisa memaklumi kesibukan seorang pemilik perusahaan besar. Pria itu pasti terlalu sibuk mengumpulkan uangnya untuk tujuh turunan tujuh tanjakan.

“Ah.. bisa kumaklumi”

Mereka berdua duduk di depan tv sambil menonton series kesekian Transformers. Jujur saja hanya Suzy yang benar-benar menonton sedangkan L hanya menatap kosong layar tv. L belum ingin tidur jika gadis itu belum tertidur.

“L?” panggil Suzy dengan mata yang masih tak lepas menatap tv.

“Hhmm” sahut pria itu, matanya sudah lima watt. Suzy menarik sudut bibirnya membentuk sebuah lengkungan.

“Kalau mengantuk tidur saja duluan”

“Aku belum ngantuk” gadis itu terkekeh.

“Jangan sok gentle seperti ini. Aku tidak akan tersanjung” L membuka matanya yang sempat terpejam.

“Kalau begitu aku pinjam pahamu” Suzy tidak protes saat kepala pria itu menjadikan pahanya sebagai bantal. Setelah itu dengkuran halus terdengar. Suzy berdoa semoga saja L tidak menciptakan sungai kecil yang mengalir di pahanya.

Hingga film selesai, gadis itu enggan membangunkan L sementara pahanya mulai keram. Pada akhirnya gadis itu memutuskan tidur dengan posisi seperti ini.

“Pagi Natalie” Natalie baru saja bangun dan matanya langsung terbuka lebar saat melihat Zelo sedang berdiri di meja makannya.

“Astaga! kapan datang?” Zelo menerima pelukan calon kakak iparnya. Ya, Natalie dan Changmin sebentar lagi akan menikah. Acara lamaran sukses dan tinggal menghitung bulan saja.

“Seminggu yang lalu. Maaf baru sempat menemuimu. Aku ingin melihat Mason, apa dia masih tidur?”

“Ya, dia masih tidur. Sudah bertemu Changmin?” Natalie segera membuat sarapan pagi untuk empat orang. Ia membuat nasi goreng sosis.

Zelo baru mengunjungi rumah Changmin tadi malam, ia datang bersama Baekhyun. Rencananya mereka akan bertemu Choi Mansuk yang merupakan ayah Zelo. Setelah dua tahun, akhirnya Zelo akan bertemu lagi dengan ayahnya. Walau dulu mereka sempat adu cekcok dan hilang kontak, sekarang semua masalah ayah dan anak sudah clear. Dengan rutin Choi Mansuk mengirim uang untuk pengobatan anaknya, ia juga tidak mau membebani Jaehyun yang selama ini mensupport kebutuhan finansial mereka.

“Morning Junhong-iee, kenapa baru mengunjungiku hari ini?” Zelo aka Junghong langsung memeluk hyungnya. Changmin membalas pelukan anak itu. Umur mereka yang jauh membuat Changmin seperti sosok ayah.

“Mian hyung, aku mengunjungi Jaehyun dulu. Aku tiba tadi malam di rumahmu bersama Baekhyun hyung, tapi kau sudah tidur” jelas Zelo. Letak tempat tinggal Changmin memang cukup jauh dari California dimana Zelo tinggal.

“Ahh.. mian. Bagaimana kabarmu? Kau rutin pergi ke dokterkan?” Zelo mengangguk. Keadaannya sudah cukup baik, bahkan konsumsi obatnya pun juga sudah berkurang.

“Hyung akan pergi menjemput ayahku?”

“Yep, kau mau ikut?” Zelo mengangguk pasti. Hubungan dengan ayahnya sudah membaik, sehingga ia sudah tidak sabar bertemu dengan ayahnya lagi. Terlebih lagi setelah ia mengetahui kalau ayahnya juga turut membantu menetupi pelarian mereka. Ada rasa bersalah karena pria paruh baya itu harus turun tangan demi dirinya.

“Aku juga ingin memberikan undangan pernikahanku dengan Natalie”

Hidung Suzy mengendus-ngendus. Bau bawang merah dan bawang putih yang digoreng, batin gadis itu. Perlahan ia meregangkan badannya dan berguling ke kanan, Bukk.

“Ouch! Appo..” ringisnya. Posisinya tertidur di lantai dengan kepala yang mencium lantai.

“Kau tak apa-apa?” L datang membantu. Ia memegang tangan gadis itu dan mendudukkannya di sofa. Suzy mengelus jidatnya. Seperti ada benjolan dan sakit ketika disentuh.

“Semalam aku tidur di sini? Di sofa?” Tanya Suzy.

“Yep, bersamaku” Aha, kini ia ingat. Terakhir kali ia memustukan untuk tidur dengan posisi duduk karena berniat baik tidak membangunkan pria malang itu.

Suzy tidak mau membahas kata ‘bersamaku’ itu. Sambil tersenyum paksa Suzy menatap L.

“Kau cocok memakai itu” L tertawa. Tentu saja gadis itu hanya meledeknya saja.

“Waeyo? Aku terlihat tampan dan menjanjikan hm?” Suzy pura-pura berpikir. ‘Apanya yang menjanjikan?’ pikir Suzy. ‘Apa dengan memakai celemek ia pikir ia terlihat seperti seorang suami yang menjanjikan? Menyiapkan makan untuk istrinya?’.

“Jangan terlalu lama menatapku, pupil matamu terlihat mengerikan” memalukan, pikir Suzy. Harusnya jika khayalannya sedang traveling ke suatu tempat, matanya tak perlu menatap pria itu. Dan Suzy merutuki kebodohannya.

“Jadi kau menyiapkan sarapan untukku?” Tanya gadis itu sambil menyipitkan mata. Ia menangkap basah tatapan mata L ke tempat yang tak seharusnya.

“Hm” Jawab pria itu singkat. Badannya bergerak condong mendekati Suzy sehingga gadis itu reflex mundur menyandar kursi. Tangannya bergerak ke bokong gadis itu. Warning! Bagi gadis itu.

“Yakkk! Aaaa!” L meringis kesakitan. Suzy melipat tangan pria itu kebelakang kepala.

“Ini yang paling aku takutkan jika tinggal satu atap dengan pria” Sekian detik L berpikir dan ia mengerti apa maksud gadis itu. Suzy mengerutkan keningnya ketika L sudah tertawa keras.

“Kau kira aku mau berbuat apa hah? Kkkk~” L masih tertawa dengan posisi itu.

“Kau… barusan mau menyentuh.. bokongku..kan?” sedikit malu bagi Suzy untuk berkata jujur. Tetapi ia sudah memilih kata yang tepat. Lebih baik memilih kata ‘bokong’ ketimbang ‘pantat’.

“Hahahaha!!! Kau kira aku mau melakukan hal itu? Pagi-pagi seperti ini??” Tidak tahu mau berkata apa. Ia hanya mengangguk.

“Hei, masih pagi dan aku belum ingin berbuat dosa,” Suzy menyimak baik-baik.

“aku hanya ingin mengambil ponselku, yang tadi kau duduki” lanjut L sembari mengedikkan dagunya ke arah kursi. Blush. Malu, pake banget. Suzy langsung melepaskan L.

“Ahh.. tanganku sampai bunyi. Ternyata kau masih tetap hebat, seperti dulu” L menatap lekat gadis itu. Ia juga menekankan kata ‘dulu’. Apakah ia perlu beralasan tiba-tiba ingin berak untuk lari?, batin Suzy.

“Aku terpesona saat melihatmu dipertemuan pertama kita. Bukan saat kita berada di atas ranjang, tetapi setelah kau menunjukkan seberapa baiknya hatimu dibalik tampang bodohmu sekarang. Kkk~ kajja, omlete-nya hampir dingin”

Whoa. Suzy sudah seperti tomat yang digepengin. Pipi merahnya sudah keterlaluan. L menggenggam tangannya dan menuntun menuju meja makan.

Ada omelet. Dan, nasi goreng. Sepertinya pria itu hanya bisa memasak dua jenis makanan tadi. Namun, bagaimanapu juga Suzy terpukau dengan apa yang berusaha ditunjukkan L. Menurutnya, hari ini, pagi ini, menit dan detik ini, pria itu lumayan keren.

“Mohon dimaklumi masakan hamba jika sedikit asin yang mulia ratu” Suzy tersenyum, ia tetap menyendokkan makanannya.

“Wae? Wae harus ratu? Jangan jawab jika kau akan berkata kaulah rajanya. Basi” pria itu terkekeh geli.

“Ani. Aku akan menjadi pelayanmu saja” sendok gadis itu tertahan di udara, ia menunggu penjelasan lebih lanjut.

“Waeyo kau memilih jadi pelayanku?” Tanya Suzy, mulutnya sudah gatal karena pria itu menggantuk penjelasannya.

“Karena aku hanya memilikimu seorang. Aku hanya akan mengikuti seorang. Aku akan sering melihat wajahmu. Aku akan selalu berada di dekatmu. Kau akan selalu bergantung padaku. Dan jika aku menjadi Raja.. aku akan punya banyak istri, dan hal itu akan membuatmu cemburu. Kau tidak ingin menikah dengan pria yang punya banyak istri kan? Ralat kalau aku salah”

Wah, hari ini Suzy baru saja bertamasya ke surga. Bibirnya ingin melengkung ke atas, sungguh. Tapi jika ia lakukan itu, L akan berada di atas. Bisa saja pria itu akan terus menggodanya dan akan berdampak tidak baik untuk kesehatan jantung dan hatinya.

Ahn Jaehyun duduk menunggu di lobi hotel. Ia tak sendirian, ada Zelo dan Changmin. Mereka sudah membuat janji dengan Choi Junhong. Setelah menjemput pria itu tadi pagi di bandara dan mendrop pria itu ke bandara untuk beristirahat, kini sesuai waktu pertemuan untuk makan siang mereka kembali lagi ke hotel.

Dari balik lift yang terbuka pria paruh baya itu melambaikan tangannya. Kemudian mereka berdiri ketika pria itu menghampiri.

“Maaf membuat kalian menunggu”

“Tidak apa-apa tuan Choi” kata Jaehyun. Ia kemudian menuntun pria itu berjalan ke mobil. Zelo tidak banyak bicara. Jujur saja dia sedikit awkward. Biasanya bertukar pesan, kini kembali bertemu lagi. Walau sebenarnya ia juga sangat senang.

“Apa bulan ini kau sudah cek-up?” ada senggang waktu sebelum Zelo menjawab,

“Bulan ini… belum sempat” Choi Junhong mengangguk kemudian berkata,

“Kalau begitu aku akan menemanimu. Luangkan waktumu besok untuk ke dokter” Zelo mengangguk. Zelo senang karena ayahnya berbicara sambil memegang tangannya. Kemudian selama perjalanan ayah dan anak itu bertukar cerita. Ibu Zelo sakit dan tidak bisa ikut, tetapi Zelo bersyukur karena bukan suatu penyakit yang parah. Ayahnya juga menjanjikan akan membawa Ibu Zelo ke California nanti.

Mereka tiba di sebuah restoran. Jaehyun sudah memilih tempat duduk khusus VIP. Tempat makan yang biasanya untuk klien-klien Jaehyun. Restoran ini punya ruangan kusus para pejabat yang ingin makan sekalian rapat. Dibalik ruangan nomor tujuh, mereka duduk sembari menyesap kopi.

“Kau sudah bertemu presdir Song dari SN Group?”

“Nde, presdir Song juga memberiku beberapa berkas. Perwakilan Daehan Group juga sudah memberiku bukti kerja sama itu. Bahkan mereka memberiku rinciannya. Dan sejauh ini aku bisa mengajukan tuntutan di pengadilan. Tinggal bukti-bukti tambahan.” jelas Jaehyun. Ia menunggu reaksi tuan Choi dan teman-temannya, hingga tak ada yang angkat bicara ia melanjutkan.

“Dan aku tidak siap untuk menuntut mereka. Aku tidak bisa membahayakan adik dan teman-temanku. Kau tahu sendiri apa maksudku tuan Choi”

Hansok Group milik Kim Jongil memang salah. Mereka menipu para perusahaan lain dan menjatuhkan saham mereka semua. Hingga Hansol yang berjaya sendiri dan menjatuh bangkrutkan yang lain, terutama saingan utama mereka Hyundai Group.

Semua bukti kuat sudah di tangan, selama dua tahun terakhir Ahn Jaehyun berusaha mengumpulkan semua informasi dan bukti. Ia juga berusaha meyakinkan para perusahaan yang dulunya ikut bekerjasama dengan Hyundai untuk menuntut balik hak mereka. Walau ada beberapa yang menolak dengan alasan ‘mereka sudah tidak punya gigi untuk melawan Hansol’.

Disisi lain, jika itu urusannya dengan polisi dan pengadilan? Maka akan membahayakan Makersout yang namanya hampir tenggelam. Walau Presdir Byun juga merupakan korban, ayah dari Byun Baekhyun itu juga memilih untuk diam. Ia lebih memilih keselamatan anaknya.

Namun dibalik semuanya, baik Changmin, Baekhyun, Zelo, dan Suzy, semuanya memilih untuk meneruskan perkara ini ke pengadilan. Karena bagi mereka, semuanya sudah selesai. Mereka pernah berbuat salah, dan mereka mengakuinya.

“Aku bukanlah anak yang baik. Aku juga tidak ingin membuat orang tuaku lebih malu lagi. Lebih baik aku menyerahkan diri daripada tertangkap nanti” semuanya menatap Baekhyun. Kini pria itu tampak lebih dewasa.

“Kurasa aku tidak cocok dengan pekerjaanku yang sekarang. Lagipula aku juga telah mempermalukan nama instansiku. Sudah dipecat pula. Aku ingin menikah dan hidup bahagia kelak. Jadi lebih baik aku ikut pilihan Baekhyun-iee” Jaehyun menatap Changmin dengan tatapan tak dapat dijelaskan. Ia cukup dekat dengan pria itu. Dan jika ia menjadi Changmin, itulah pilihan yang akan diambilnya.

“Ayahku akan semakin marah. Ia pasti akan membunuhku jika tahu aku anggota Makersout. Tetapi jika dia melihatku seperti ini, bahkan jika dia tahu penyakitku.. dia pasti akan membantuku untuk lari dari kejaran polisi. Aku tidak ingin dia jadi kaki tangan. Aku juga tidak mau Jaehyun hyung jadi kaki tangan kami” kata Zelo. Kepalanya tertunduk di bawah. Suzy mengelus kepala Zelo, mencoba menenangkannya.

“Oppa, kau tidak perlu mendengar alasanku lagi. Aku tidak tahan lagi. Kurasa menyerahkan diri ke polisi bukan hal buruk. Zelo benar, aku tidak ingin kau jadi kaki tangan kami. Aku akan merahasiakan dirimu. Aku janji tidak akan memberitahu kalau kau salah satu klien kami. Aku ingin kau menjaga Yoogeun hm? Karena kau satu-satunya keluarga kandungku.. aku ingin kau akan menjagaku kelak” Suzy menangis diakhir kalimatnya. Ia akui bahwa saat ini tangannya gemetar, ia takut.

“Hyung! Kau sudah janji! Kami juga sudah sepakat. Kami ingin melindungi orang-orang yang kami sayangi!” kata Changmin marah.

“Aku juga ingin melindungi kalian! Kalian semua sangat berharga bagiku!” kata Jaehyun tak mau kalah. Ia tidak bisa melihat pengorbanan teman-temannya.

“Aku tahu perasaan Jaehyun. Aku akan melakukan hal yang sama” Choi Mansuk hampir meneteskan air matanya. Ia menggenggam tangan anaknya.

“Aboji” gumam Zelo. Semuanya diam dan membisu. Hingga pelayan restoran mengetuk pintu dan masuk sembari membawa pesanan.

 

Di tanggal 1 Januari, L mengajak Suzy berlibur ke sebuah pulau. Ia membujuk gadis itu untuk menginap di pulau 3 hari 2 malam. Sebelumnya ia sudah menyiapkan segala sesuatu keperluan mereka. Ia bahkan menelpon temannya yang punya resort di pulau itu. Sebelumnya Suzy pernah melihat informasi tentang pulau itu di ipad.

Perjalanan menyebrang menggunakan boat memakan waktu 30 menit. Suzy bersyukur ia memakai pakaian yang pantas. Setidaknya dengan celana pendek, ia tidak perlu repot-repot menjaga bagian bawahnya. Sebelumnya ia berniat memakai long dress –sudah kebiasaannya memakai baju terusan setelah menjadi photographer-, tetapi L menyarankannya untuk memakai celana. Untung saja hari ini ia jinak dan tidak membantah saran pria itu.

“Pegang baik-baik topimu, nanti terbang” topi hitam bundar milik Suzy hampir saja terbang jauh, untung L menangkapnya. Suzy menerima topi itu.

“Thanks”

Mereka beridiri di pinggiran boat. Seorang penjaga memberikan kantong makanan burung pada L. Mereka berbicara sebentar kemudian L datang menghampiri Suzy.

“Mau coba?” L menjulurkan tangannya ke udara dengan makanan burung di tangannya. Tak berapa lama burung-burung datang mendekatinya. Suzy terlihat antusias.

“Aku! Aku! Aku pengen coba, tapi takut digigit” L terkekeh geli. Tetapi gadis itu tetap menjulurkan tangan seolah berkata ‘berikan aku makanan burung itu’. L memberi beberapa makanan burung di tangan Suzy.

“Sini aku bantu” Suzy membiarkan saja L memegang lengannya. Ia hampir saja mengigit lidahnya saat seekor burung hinggap di tangannya.

“L…. burungnya gak mau pergi” entah gadis itu sedang berbicara atau berbisik. Tiba-tiba sebuah tangan melingkar di pinggangnya.

“Jika seperti ini, kita seperti di drama-drama yang kau tonton, right?” jantung gadis itu mulai tidak beraturan, antara kaget atau kesenengan?.

“L, jangan peluk aku” gumam gadis itu, jelas terlihat wajah kecewa L.

“Kenapa?” Tanya L pelan. Telinga gadis itu memerah. Ada hawa-hawa aneh saat merasakan hembusan nafas L lewat di telinganya.

“Aku pengen kamu fotoin aku lagi ngasih makan burung-burung ini”

Bang!. Bukan ini maksud Suzy. Gadis itu mendengus sebal saat tangan kanan pria itu melepaskan pelukannya dan mengambil ponsel di saku celana. Ingat, tangan kiri pria itu masih ber-mejeng manis di perut Suzy.

“Hello? Maksud aku ‘fotoin’ aku sendiri, bukan selfie berdua sama kamu” L tidak peduli tapi wajahnya sudah stand-by memasang wajah semanis mungkin. L memberi kode untuk lihat ke kamera. Dengan wajah merengut, Suzy menatap kamera.

“Satu.. dua.. tiga..” Cklek!

“Tetap aja ujung-ujungnya pasang senyum iklan pasta gigi” sahut L.

What?Cklek! Whoa. Secepat kilat L hilang entah kemana. Suzy memegang bibirnya yang baru saja dicium. Tanpa izin.

Malam ini L sudah cakep maksimal. Kemeja hitam dengan sikut dilipat. Celana jeans hitam. Serta sepatu. Ia hampir menyerupai ‘grim reaper tanpa topi vulgar’ di drama korea. Rencananya ia akan dinner bersama gadis itu. Hanya dinner biasa, tetapi ia ingin lebih dekat dengan gadis itu. Ia ingin tahu apakah gadis itu tipikal perempuan yang suka dengan hal romantis, sederhana, mewah, dll.

L menunggu Suzy di depan pintu kamar gadis itu. Ia masih waras memesan dua kamar tidur, itupun karena harus menunjukkan KTP. Selagi menunggu gadis itu menunjukkan batang hidung –tadi Suzy sempat berkata 5 menit lagi-, L memainkan ponselnya. Ia melihat ulang foto-fotonya bersama gadis itu. Favoritnya adalah foto ketika bibir mereka bersentuhan. Ia sempat berpikir bahwa ia sangatlah professional, dengan satu bidikan cepat fotonya terlihat sedang berciuman instens. Kemudian satu foto lagi, ia suka saat gadis itu memasang senyum. Ia menjadikan foto selfie mereka sebagai wallpaper. L bukan pria gila yang memasang foto kisses sebagai wallpaper, cukup koleksi pribadi.

“Mian lama. Kajja, aku sudah lapar” tiga kata yang ingin L ucapkan ‘dia cantik banget’.

“O… yep. Mau pegangan tangan?” Suzy terkekeh geli. Gadis itu berpikir L sedang menjadi pria pemalu yang lagi falling in love.

“No. Aku takut kau akan ketagihan” goda Suzy, ia memainkan tangannya di depan wajah L. Pria itu menangkap tangan Suzy dan menuntun gadis itu ketempat yang ia pesan.

Deruh ombak ditambah bunyi biola. Suzy menerka-nerka lagu apa yang dimainkan bule itu.

“Kau suka suasanya?” L melemparkan senyum hangat. Bulan dan awan sedang bersahabat. Sehingga makan malam outdoor ini sangat pas. Lilin yang menyala di atas meja membuat wajah L terlihat jelas. Sekilas Suzy menyadari betapa gagahnya rahang pria itu. Ia sempat berusaha mengingat bagaimana bisa ia melupakan ciuman panas mereka dulu.

“Gut, aku suka.. semuanya” ucap Suzy, semuanya, ia berdoa semoga tidak disalah-artikan.

“Baguslah.. hm.. Suzy-ssi?” gadis itu menatap L seolah mengatakan ‘ada apa?’, ia menunggu sampai pria itu membuka suara.

“Aku hanya ingin memastikan sesuatu. Aku tidak ingin memacari pacar orang. Itu terdengar buruk, right. Jadi aku ingin memastikannya lagi. Karena sudah dua tahun tidak bertemu dan aku hanya sebatas tahu tentangmu dari informan-ku. Itu mungkin bisa jadi ada kesalahan. So, aku butuh jawaban jujurmu. Are you single?”

Suzy menghembuskan nafasnya berat mendengar pertanyaan bertele-tele itu. Dan ia hanya perlu menjawab statusnya saja kan?.

“Oh. I’m plural” L menaikkan alisnya. Ternyata gadis ini masih bisa bercanda, batin L.

“Aku serius” Suzy terkekeh geli. Kemudian ia menghentikan tawanya saat melihat raut serius pria itu.

“Kalau aku punya kekasih, sudah pasti aku akan mengadu padanya atas perbuatanmu. Bego banget sih” Walau dikatai-pun L tidak bisa menahan senyum. Lupakan kata bego tadi. Yang penting gadis itu masih single.

“Baguslah. Setidaknya tiga bulan kedepan tidak akan ada orang ketiga”

Aha, Suzy teringat sesuatu.

“Kenapa kau memilih tiga bulan? Kenapa bukan sebulan, dua bulan, atau empat bulan? Kau memaksa tiga bulan untuk menjadi kekasihku. Jangan bilang kalau kau sedang sakit dan akan meninggal?” L hampir tersedak makanannya ketika dikatai akan meninggal. Menikah saja belum, pikirnya.

“Klise sekali. Kalau aku akan meninggal, cerita cinta kita akan sad-ending. Itu pilihan buruk,”

“So?” L berpikir sejenak,

“Tiga bulan kurasa itu waktu yang cukup baik. Jika waktu kita hanya sebulan, kau hanya akan mulai memiliki rasa padaku, setelah waktu sebulan habis kau masih memiliki keraguan untuk melanjuti hubungan ini. Jika hanya dua bulan, kau akan berpikir panjang, menimang-nimang apakah kau benar-benar mencintaiku atau tidak. Dan jika tiga bulan? Kurasa aku bisa meyakinkanmu. Kita menghabiskan waktu bersama, kau bisa menilaiku. Apakah aku pantas mendampingimu, apakah kau nyaman disampingku, apakah kau ketergantungan kepadaku. Kuharap kau bisa menggunakan waktu tiga bulan ini dengan baik, karena aku sungguh-sungguh padamu”

Bang! Bang! Bang! Bukan lagu Bigbang, tetapi bunyi tembakan yang mengenai hatinya. Suzy tak bisa berkata-kata. Mulutnya bungkam. Pipinya nge-blush. Matanya berkaca-kaca.

Apakah ia akan jatuh cinta pada pria itu? Ataukah.. sekarang ia sudah jatuh cinta?

 

To be continue

 

 

HAI! SENANGNYA UPDATE-AN CEPAT KELUAR.

AYO KASIH KOOOMENNT DAN LIKE, JUJUR AKU SEMANGAT NGELANJUTIN KARENA MASIH ADA YANG NUNGGU DAN NIAT BACA BEAUTIFUL LIAR. TAK KIRAIN UDAH PADA LUPA.

YAUDIN ITU AJA CUAP-CUAPNYA. SEE YA DI CHAP 10

Advertisements

7 thoughts on “[CHAPTER-9] BEAUTIFUL LIAR

  1. cuapcuap

    apa suzy mulai suka sama myung author,tapi bagaimana klu myung tau klu mereka bakal melaporkan perusahaannya myung atas perbuatannya

  2. Elistya_Kim99

    Omooo myung so sweet,,,,,,semoga setelah 3 bulan perasaanmu akan terbalaskan. Jadi semua anggota makersout berencana untuk menyerahkan diri semua? Itu sebenarnya pilihan yg bagus hanya saja itu pasti akan membuat mereka direndahkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s